Bablas "Merem", Yusra Syami Gagal Dapat Apartemen

Kompetisi Rumah Semoto: Rumah123/Jhony HutapeaKompetisi Rumah Sempit yang berlangsung 9-11 September 2016, pada event Jakarta Property Week (JPW) 2016, meninggalkan kesan mendalam bagi para pesertanya ...

  • propertidata
  • 2016.09.19
  • 492

    view

  • Bablas "Merem", Yusra Syami Gagal Dapat Apartemen

    Kompetisi Rumah Semoto: Rumah123/Jhony Hutapea

    Kompetisi Rumah Sempit yang berlangsung 9-11 September 2016, pada event Jakarta Property Week (JPW) 2016, meninggalkan kesan mendalam bagi para pesertanya. Selama tiga hari berada dalam ruang sempit berukuran 3x3 meter dengan minimnya waktu istirahat, sudah pasti membuat para peserta kelelahan meskipun harus bertahan.

    Rasa kantuk pastinya susah dibendung. Apalagi pada detik-detik akhir kompetisi. Bagian inilah yang dirasakan oleh Yusra Syami, salah seorang peserta. Dia tidak menyadari bahwa matanya terpejam cukup lama.

    "Pada hari terakhir (11/9), paginya sebelum sarapan, saya tereliminasi. Kaget sih tiba-tiba dipanggil keluar rumah sempit. Saya nggak ingat, apakah saya memang merem atau nggak waktu itu. Akhirnya dengan berat rasanya saya pun meninggalkan Rumah Sempit," tuturnya bercerita pada rumah123.com.

    Baca juga: Perjuangan Panjang Demi Sebuah Hunian 

    Yusra menyatakan, saat itu memang dia merasa mengantuk. Selain itu, faktor waktu untuk istirahatnya tersisa sedikit dari waktu 3 jam yang diberikan panitia.

    "Ditambah dengan tantangan pada hari terakhir, kami diminta tanpa alas kaki. Terus disuruh duduk selunjuran selama satu jam dan tidak boleh bicara. Sampai-sampai kami harus gunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi dengan peserta lain,  atau untuk mengingatkan satu sama lainnya. Udah gitu, kondisi ruangan digelapin, jadi bikin saya tambah ngantuk deh," ujar karyawan perusahaan multinasional ini.

    Kemudian, panitia memutarkan suara kicauan burung, yang bikin Yusra tambah masuk ke alam "mimpi" alias tambah merem mendalam.

    "Saya sebenarnya sudah curiga, suara kicauan burung itu akal-akalan panitia. Tadinya sih saya masih bisa nahan, tapi suara burung itu bikin saya merem. Gak tahunya merem yang lama juga ya, dan saat itu posisi spot sedang ke arah saya," katanya mengenang pengalaman Minggu pagi dini hari itu. (Wit)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci