Jadi Tempat Ngungsi Korban Banjir, Hotel Mewah di Jakarta Penuh

Big Banner

Jakarta -Banjir yang melanda Jakarta menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu termasuk bagi mereka yang rumahnya tergenang banjir. Bagi masyarakat menengah atas yang terkena banjir, ‘mengungsi’ di hotel menjadi pilihan, termasuk hotel-hotel berbintang alias mewah.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Johnnie Sugiarto menuturkan pengusaha hotel meraup rezeki nomplok karena musibah banjir. Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel bisa naik 100% akibat banyak warga yang mengungsi ke hotel.

Johnnie mencontohkan, hotel yang berada di kawasan Jakarta Barat menjadi tumpuan warga yang mengungsi akibat banjir di wilayah Grogol dan sekitarnya. Misalnya Hotel Pullman, di Podomoro City, Jakarta Barat, sebanyak 50% okupansi diisi oleh tamu yang terkena musibah banjir.

“Pullman Jakarta Barat ini full 100%, gara-gara ngungsi. Hampir dari separuhnya itu orang yang ngungsi,” kata Johnnie kepada detikFinance, Rabu (11/2/2015).

Dikatakan Johnnie, masyarakat yang mengungsi ke hotel tersebut didominasi oleh mereka yang tinggal tak jauh dari hotel tersebut. Meski banjir, akses dari dan menuju hotel dari tempat mereka tinggal masih bisa diakses.

“Aksesnya masih bagus. Orang yang dari Green Garden, Pluit, Kedoya itu larinya ke Pullman,” tuturnya.

Kondisi berbanding terbalik dengan hotel yang berada di kawasan banjir dengan akses yang lumpuh. Johnnie mencontohkan hotel yang berada di kawasan Kelapa Gading yang kini kosong karena tak ada akses menuju ke sana.

“Jadi tidak semua hotel. Contohnya Kelapa Gading, orang mau keluar, akses ke hotel nggak bisa. Mau masuk ke daerah Ciputra nggak bisa, di situ ada Ibis Hotel orang akses menuju ke sana juga nggak bisa, jadi kosong,” jelasnya.

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me