2 Pajak Baru yang Bakal ‘Hantui’ Transaksi Properti

Big Banner

Jakarta -Transaksi properti saat ini sedang menjadi sasaran pengenaan pajak. Ada wacana 2 jenis pajak ‘baru’ yang bakal dikenakan dalam setiap transaksi properti.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan wacana pajak-pajak baru ini terkait dengan mengejar nilai transaksi properti riil yang selama ini kerap ‘lolos’ karena di lapangan memang sulit mengawasinya. Berikut beberapa rencana pajak properti:

Pajak properti barang mewah (PPnBM) 20%

PPnBM hanya dikenakan untuk properti yang dijual oleh developer dan properti tersebut memenuhi kriteria tertentu di atas. PPnBM tidak dikenakan terhadap transaksi penjualan properti antar perorangan.

Saat ini properti dengan luas 350 m2 atau lebih untuk rumah landed atau 150 m2 untuk apartemen menjadi obyek pengenaan PPnBM. Pembatasan ini dirasakan oleh pemerintah masih belum bisa mengejar target pajak yang ada sehingga akan di-review dengan tambahan kriteria patokan harga per m2.

“Meskipun hal tersebut masih wacana dan memerlukan kajian mendalam, banyak pihak yang telah menyangsikan efektifitas tersebut karena di lapangan akan sulit diterapkan,” katanya seperti dikutip dari situs resminya, Minggu (15/2/2015)

Ali mengatakan faktanya di lapangan, selain masalah harga m2 dalam transaksi, banyak pengembang yang berkelit dengan membangun propertinya di bawah patokan luas bangunan yang ada, misalkan membangun rumah dengan luas 349 m2 atau apartemen 149 m2 yang notabene tidak kena aturan tersebut.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me