Dirjen Pajak Sebut Pengembang Properti Maunya Tak Kena Pajak

Big Banner

Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan upaya perluasan objek Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas barang sangat mewah untuk apartemen dan rumah tapak (landed house) berlaku 2015. Rencana aturan baru yang menyasar para pengembang ini memang masih dikaji di internal pemerintah.

Rencananya untuk rumah beserta tanah, semula harga jual atau pengalihan lebih dari Rp 10 miliar dan luas bangunan lebih dari 500 meter persegi menjadi harga jual atau pengalihan lebih dari Rp 2 miliar atau luas bangunan lebih dari 400 m2.

Sedangkan untuk apartemen, kondominium dan sejenisnya. Semula harga jual atau pengalihan lebih dari Rp 10 miliar dan luas bangunan lebih dari 400 meter persegi menjadi harga jual atau pengalihan lebih dari Rp 2 miliar atau luas bangunan lebih dari 150 meter persegi.

Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito mengatakan proses kajian ulang memang cukup panjang. Mengingat adanya perdebatan dengan kalangan pengembang properti untuk menentukan kebijakan yang tepat.

“Pengusaha sih maunya jangan kena mewah semua,” kata Sigit di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (9/3/2015).

Ia menegaskan rencana ini harus dijalankan untuk mengejar target penerimaan pajak yang tahun ini mencapai Rp 1.300 triliun. Jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi pada 2014.

Sigit menturkan masa kajiannya hampir selesai. Sekarang hanya perlu menentukan harga untuk menjadi acuan pengenaan pajak tersebut. Sedangkan luasan area tidak menjadi acuan.

“Dari pajak sendiri sama aja. Kita akan satu angka saja. Dulu kan ada luas, sekarang jadi angka saja. Dianggap sebagai barang mewah,” jelasnya.

 Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tengah menyiapkan revisi terkait obyek pemungutan Pajak Penghasilan (PPh 22) terhadap transaksi barang yang tergolong ‘Sangat Mewah’ ini.

Sebelumnya sudah ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 253/PMK/03/2008 tertanggal 31 Desember 2008 tentang Wajib Pajak Badan Tertentu sebagai Pemungut Pajak Penghasilan dari Pembeli atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah.

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me