Ini Alasan Investor Jepang Garap Properti di Serpong dan Jakarta Rp 7 T

Big Banner

Jakarta -Investor sekaligus grup usaha pengembang properti asal Negeri Sakura Tokyu Land masuk Indonesia dan mengembangkan kondominium mewah di TB Simatupang dan BSD Serpong. Mereka punya alasan mendasar masuk ke pasar Indonesia sehingga berani menyiapkan investasi hingga Rp 7 triliun.

Presiden PT Tokyu Land Indonesia, Shinya Miwa mengungkapkan, bahwa peluang investasi Properti di Indonesia bahkan bisa disetarakan dengan peluang ?Invetsasi properti di Amerika Serikat (AS).

“Kami sudah memiliki sejarah berbisnis di Indonesia hampir 40 tahun.? Indonesia adalah tujuan investasi yang sangat penting. Bahkan sama menariknya dengan Amerika Serikat,” ujar Shinya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

?Penilaian tersebut muncul dari tingginya daya beli masyarakat Indonesia dan jumlah penduduk usia muda yang juga cukup besar. Hal ini pula yang membuat perusahaan properti terkemuka untuk tertarik melirik Indonesia.

“Di Jepang populasi penduduk Jepang semakin berkurang. Pasar real estate berkurang di Jepang. Sementara di Indonesia populasi 250 juta. Memiliki penduduk usia yang sangat muda. Ini menjadi peluang tersendiri yang kami pandang sebagai peluang yang menarik untuk diseriusi untuk bisnis properti,” katanya.

Tokyu Land akan membangun hunian bertingkat kondominium atau apartemen mewah bernama Branz akan diluncurkan dengan total jumlah hingga 3.381 unit di BSD Serpong.

Branz BSD rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektar dan mulai pembangunan fisiknya pada Juni 2015. Ditargetkan rampung pada kuartal I-2018.

Sementara itu, Branz di TB Simatupang bakal berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dan mulai pengerjaan fisik pada Desember 2015 dengan target penyelesaian pada kuartal IV-2017.

finance.detik.com