Rencana NJOP Diganti Nilai ‘Batas Atas’ Tanah-Bangunan, Bakal Diumumkan Setiap Tahun

Big Banner

Jakarta -Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan sedang menyiapkan standar baru soal penetapan harga tanah dan bangunan untuk menggantikan ketentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dalam sebuah transaksi jual beli tanah dan bangunan.

Ferry menjelasakan bahwa standar yang menetapkan batas maksimal harga jual tanah dan bangunan ini akan ditetapkan setiap 1 tahun sekali berbeda dengan NJOP yang ditetapkan setiap 3 tahun sekali.?

“?Itu akan kita rilis setiap satu tahun sekali. Nantinya tidak boleh ada transaksi lahan yang nilainya lebih dari harga lahan yang kita tentukan. Jadi yang kita tentukan batas atasnya,” kata Ferry kepada detikFinance melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2015),

Ferry punya alasan soal penetapan nilai batas atas dilakukan 1 tahun sekali. Menurutnya, jangka waktu tersebut adalah jangka waktu paling ideal dalam penetapan harga tanah dan bangunan.

Hal ini didasarkan pada sejumlah indikator dari mulai kurun waktu pengumpulan data sehingga pengukuran indikator-indikator ekonomi yang biasanya diumumkan per satu tahun sekali seperti data perdagangan, data inflasi tahunan dan berbagai data ekonomi lainnya.

“Kalau 3 tahun kelamaan, 6 bulan terlalu cepat kan kita kumpulkan data dulu. Nah 1 tahun ini pas nih,” jelasnya.?

Selama ini, ketentuan NJOP memiliki dasar hukum yang kuat dari mulai dari Undang-Undang No 12 tahun 1994 ?yang menyebutkan NJOP sebagai acuan penetapan pajak, Keputusan Menteri Keuangan (KMK) nomor Nomor 523/KMK.04/1998 tentang pembagian klasifikasi NJOP hingga Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. 16/PJ.6/1998 tanggal 30 Desember 1998 tentang penetapan besaran NJOP.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me