REI Desak Dikeluarkannya PP DIRE

Jakarta - Real Estat Indonesia (REI) mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) terkait penerbitan Dana Investasi Real Estat (DIRE). Asosiasi pengembang properti itu menilai, ...

  • propertidata
  • 2016.09.22
  • 399

    view

  • REI Desak Dikeluarkannya PP DIRE

    Jakarta - Real Estat Indonesia (REI) mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) terkait penerbitan Dana Investasi Real Estat (DIRE). Asosiasi pengembang properti itu menilai, potensi DIRE di Indonesia bisa jauh di atas Rp 90 triliun bila PP itu segera diterbitkan.

    Di sisi lain, lebih dari lima anggota REI menjajaki penerbitan instrumen pendanaan properti modern itu. Kehadiran DIRE dinilai ikut menambah sumber pendanaan bagi pengembangan proyek properti di Tanah Air.

    “Kami butuh adanya peraturan pemerintah terkait PPh final dan Bea Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) khusus DIRE,” tegas Eddy Hussy, ketua umum REI, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (21/9).

    Dalam Paket Kebijakan Ekonomi XI yang dikeluarkan pada 29 Maret 2016 ditegaskan bahwa pemerintah akan menurunkan tarif BPHTB dari maksimum 5% menjadi 1% bagi tanah dan bangunan yang menjadi aset DIRE. Sedangkan dalam Paket Kebijakan Ekonomi V telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 200 Tahun 2015 tentang Perlakuan Perpajakan bagi Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak yang Menggunakan Skema Kontrak Investasi Kolektif Tertentu Dalam Rangka Pendalaman Sektor Keuangan. PMK ini sudah menghapus pengenaan pajak berganda dalam penerbitan DIRE, tapi masih mengenakan tarif pajak yang masih lebih tinggi dibanding negara tetangga.

    Menurut Eddy, kepastian hukum dan perpajakan menjadi salah satu pijakan bagi pengembangan investasi properti di Indonesia. Sejumlah investor asal mancanegara sudah menemui REI dan menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia termasuk melalui instrumen DIRE. “Banyak investor asing asal Amerika Serikat, Jepang, Australia, hingga Singapura yang menemui kami untuk mengajukan minat berinvestasi di DIRE, " ujar Eddy.

    Kini, tambahnya, sejumlah pengembang properti anggota REI menjajaki penerbitan DIRE. “Namun, kami masih mencari waktu yang tepat dengan formula yang tepat. Serta masih menunggu aturan yang lebih kondusif,” ujar Theresia Rustandi, direktur dan sekretaris perusahaan PT Intiland Development Tbk, kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu.

    Dia menegaskan bahwa DIRE merupakan salah satu alternatif pendanaan yang menarik. Alternatif ini masuk ke dalam salah satu strategi funding Intiland.

    “Kami masih sedang mempelajari instrumen DIRE,” tutur Indra Widjaja, direktur PT Agung Podomoro Land kepada Investor Daily.

    Menurut Eddy, perkembangan DIRE tergantung pada dukungan sektor perbankan, perpajakan, dan dukungan aturan dari pemerintah. Dia optimistis properti Indonesia masih sangat menarik para investor, terutama para investor asing. “Karena itu, harus ditingkatkan iklim kepastian hukum dan sistem perpajakan kita,” ujarnya.



    Edo Rusyanto/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci