Harga Apartemen di Koridor Gatot Soebroto Naik 13 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com -Pertumbuhan harga apartemen tahun ini memang tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.Jika dua atau tiga tahun lalu kenaikan harga bisa mencapai 20 persen hingga 25 persen, tahun ini ...

  • propertidata
  • 2016.09.22
  • 500

    view

  • Harga Apartemen di Koridor Gatot Soebroto Naik 13 Persen

    JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan harga apartemen tahun ini memang tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. 

    Jika dua atau tiga tahun lalu kenaikan harga bisa mencapai 20 persen hingga 25 persen, tahun ini hanya mencapai belasan persen.

    Apartemen Synthesis Square, di koridor Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, contohnya. Sejak dipasarkan pada Juni 2016 lalu, harganya kini mencapai Rp 1,4 miliar hingga Rp 1,5 miliar per unit.

    Ini artinya harga tersebut telah mengalami kenaikan 13 persen dari sebelumnya Rp 1,1 miliar. 

    Jika dihitung secara meter persegi, harga aktual untuk skema tunai mencapai Rp 30 juta.

    Sementara untuk skema cicilan kredit pemilikan apartemen (KPA) sekitar Rp 33 juta-Rp 34 juta per meter persegi.

    CEO Synthesis Development Budi Yanto Lusli mengungkapkan, hingga pertengahan September ini dari total 292 unit apartemen yang ditawarkan, 60 persen di antaranya sudah terserap pasar.

    "Hanya menyisakan 105 unit," ujar Budi kepada Kompas.com, Kamis (22/9/2016).

    Direktur Synthesis Square Julius Warouw menambahkan, apartemen ini akan mulai dikerjakan pada Maret 2017 mendatang.

    Saat ini perizinan belum seratus persen dikantongi. Masih ada satu izin lagi yang belum keluar yakni izin mendirikan bangunan (IMB).

    "Izin prinsip sudah di tangan, demikian juga arsitektur, yang lain-lain seperti penggunaan tanah juga sudah. Itulah kenapa kami berani menjual apartemen ini meskipun IMB belum keluar," kata Julius.

    Karena IMB belum keluar, Julius melanjutkan, target penyelesaiannya pun bakal lebih lama yakni akhir 2020. 

    "Kami mempertimbangkan libur lebaran, dan hari raya lain. Selain itu, membangun gedung tinggi sekarang jauh lebih kompleks. Termasuk uji overall thermal value," kata dia.

     

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci