Mengapa Warga Masih Betah Tinggal di Kelapa Gading Meski Sering Kebanjiran?

Big Banner

Jakarta -Meski langganan banjir, kawasan Kelapa Gading, Jakarta masih menarik dari sisi properti. Masyarakat yang tinggal di kawasan itupun ogah pindah mencari tempat yang lebih aman dari genangan.

Kelapa Gading adalah salah satu primadona properti di kawasan Jakarta selain Puri Indah, Jakarta Barat, Pondok Indah Jakarta Selatan dan Menteng di Jakarta Pusat. Setidaknya, di Jakarta Utara, kawasan Kelapa Gading masih menjadi raja.

Atas dasar itulah para penghuni rumah di kawasan Kelapa Gading yang didominasi rumah gedong atau rumah mewah tak mau pindah. Karena harganya terus menerus naik meski rawan musibah banjir.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan, kebanyakan orang yang tinggal di kawasan itu adalah orang yang berduit, yang mana rumah-rumah di sana kebanyakan adalah rumah investasi, atau rumah kedua.

“Di situ holding power-nya tinggi. Kebanyakan orang kaya yang menjadikan ini rumah kedua. Mereka nggak butuh duit amat, sehingga mereka nggak jual,” tutur Ali kepada detikFinance, Rabu (11/2/2015).

Ali menuturkan, Kelapa Gading bukan satu-satunya wilayah di Jakarta yang banjir. Masih ada beberapa titik di Jakarta yang juga menjadi langganan banjir. Hal itu juga yang menjadi alasan kenapa masyarakat di kawasan elit itu enggan menjual rumahnya atau pindah ke tempat lain.

“Kelapa Gading itu masih primadona, karena banjir masih dianggap menggenangi semua Jakarta. Tapi kalau banjir itu dia doang, anggap satu wilayah saja yang kebanjiran itu baru (pindah),” tuturnya.

Daerah Kelapa Gading dan Jakarta Utara lainnya seperti Sunter, Pluit, Cakung juga banyak dilengkapi sentra bisnis dan fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya. Itu juga yang membuat mereka yang tinggal di kawasan elit ini merasa betah.

(zul/ang)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me