KPR FLPP di Jakarta Masih Rendah

Ilustrasi. Rumah123/Ronnie HasturaDi tengah gencarnya pelaksanaan Program Satu Juta Rumah, khususnya rumah subsidi, kawasan Jakarta ternyata belum memperoleh aliran pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ...

  • propertidata
  • 2016.09.22
  • 405

    view

  • KPR FLPP di Jakarta Masih Rendah

    Ilustrasi. Rumah123/Ronnie Hastura

    Di tengah gencarnya pelaksanaan Program Satu Juta Rumah, khususnya rumah subsidi, kawasan Jakarta ternyata belum memperoleh aliran pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Data penyaluran KPR melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Bank Tabungan Negara (BTN) sepanjang 2016, menunjukkan kecilnya debitur dari kawasan ini.

    Dari total penyaluran dana FLPP BTN sejak 1 Januari hingga 20 September 2016 yang mencapai Rp8 triliun, Jakarta hanya menyerap Rp878 juta. Angka ini membiayai FLPP untuk lima debitur saja.

    Baca juga: Jawa Barat Jadi Penerima KPR FLPP Tertinggi dari BTN

    Angka ini berbanding terbalik dengan pembiayaan non subsidi yang juga disalurkan BTN. Tercatat 475 debitur di kota megapolitan ini yang menerima pembiayaan KPR non subsidi di rentang waktu yang sama. Untuk 475 debitur tersebut, BTN menggelontorkan dana sekitar Rp300 miliar.

    "Jakarta dan sembilan kota besar lainnya dilarang pemerintah memberikan KPR subsidi untuk beli rumah landed," kata  Business and Sales Departemen Head untuk KPR Subsidi BTN, Budi Permana, kepada Rumah123, Kamis (22/9).

    Hal ini berbeda dengan Jawa Barat yang mencatatkan penyaluran kredit tak kalah tinggi di sektor non subsidi. Setidaknya 11.246 debitur di provinsi ini menerima dana KPR non subsidi BTN mencapai kisaran Rp3,5 triliun.

    Baca juga: Harga Rumah Subsidi Segera Naik?

    Sebelumnya, Jawa Barat menempati peringkat pertama KPR FLPP BTN dengan jumlah debitur mencapai 25.138. Dengan jumlah debitur sebanyak itu, setidaknya BTN sudah menggelontorkan dana nyaris mencapai Rp3 triliun. "Jabar (Jawa Barat) memang pasar paling besar," ujar Budi.Beberapa daerah di Jawa Barat, menurut Budi, menjadi penyumbang debitur paling banyak. "Ada Bekasi dan Karawang yang menjadi pusat industri dan pemukiman," katanya menjelaskan. (Vri)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci