Ini Dua Masalah Kasur yang Menghantui Pasangan Suami Istri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasur atau tempat tidur menjadi salah satu elemen penting di dalam rumah karena berfungsi menjadi tempat istirahat setelah lelah bekerja dan beraktivitas seharian.Maka dari itu, kasur ...

  • propertidata
  • 2016.09.22
  • 716

    view

  • Ini Dua Masalah Kasur yang Menghantui Pasangan Suami Istri

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kasur atau tempat tidur menjadi salah satu elemen penting di dalam rumah karena berfungsi menjadi tempat istirahat setelah lelah bekerja dan beraktivitas seharian.

    Maka dari itu, kasur yang nyaman dan aman bagi kesehatan tubuh serta kenikmatan tidur selama delapan jam menjadi hal mutlak dibutuhkan.

    Namun, kasur yang biasanya digunakan oleh dua orang atau sepasang suami istri kerap kali tidak mengakomodasi kecocokan bagi keduanya. Biasanya, kasur tersebut hanya cocok dengan bentuk tubuh salah satunya saja.

    "Ada dua masalah setiap membeli tempat tidur. Pertama setiap orang itu tubuhnya berbeda, tingginya beda, beratnya beda tetapi tidurnya di atas satu kasur dan kedua bentuk tubuh setiap orang terus berubah seiring berjalannya waktu," ungkap Presiden Direktur Massindo Group Jeffri Massie, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (22/9/2016).

    Idealnya, sambung Jeffri, kasur digunakan selama 10-15 tahun dan selama periode tersebut, tubuh pria dan wanita terus berubah sementara ranjangnya tetap dan tak bisa lagi mengakomodasi bentuk tubuh tersebut.

    Oleh sebab itu, salah satu produsen kasur dunia Spring Air membuat teknologi terbaru bernama SmartComfort System untuk mengakomodasi kebutuhan dan kesesuaian tubuh pasangan suami istri.

    "Adanya teknologi ini membuat konsumen bisa menyesuaikan tingkat kekerasan kasurnya sesuai dengan profil tubuh dan kebiasaan tidurnya dengan menghadirkan 16 variasi tingkat kekerasan," imbuh Jeffri.

    Jeffri melanjutkan bahwa cara menggunakan kasur Spring Air dengan teknologi SmartComfort cukup mudah.

    Konsumen bisa membuka kasur Spring Air dengan resleting yang ada di sisi kanan dan kiri kasur.

    Kemudian, setelah dibuka, di bawahnya terdapat beberapa lapisan seperti firm, plush, dan medium. Lapisan itu bisa diganti-ganti untuk sesuai keinginan konsumen.

    "Kalau konsumen mau lebih keras, lapisan firm bisa diletakkan di atas, tapi kalau mau lebih empuk gunakan plush yang di atas dan kalau mau tidak terlalu keras dan empuk bisa pakai medium," jelas Jeffri.

    Massindo Group selaku pemegang lisensi merek Spring Air di Indonesia dan beberapa negara di Asia lainnya bersama dengan Spring Air International di Amerika Serikat telah mematenkan teknologi tersebut secara internasional dan hanya terdapat di produk kasur Spring Air.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci