Pekerja Bergaji di Bawah Rp 4 Juta Dapat Bantuan Uang Muka KPR dan Bayar DP Hanya 1%

Big Banner

Jakarta -Pemerintah akan mempermudah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pekerja formal untuk mendapatkan rumah tapak atau rumah susun (rusun). MBR boleh membayar uang muka (DP) KPR hanya 1% dari harga rumah, dari sebelumnya 5%.

Kategori MBR adalah pekerja formal yang bergaji di bawah Rp 4 juta/bulan bagi yang akan membeli rumah, dan pekerja formal yang bergaji Rp 7 juta/bulan untuk yang akan membeli rusun, dalam skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memonitor program rumah untuk masyarakat penghasilan rendah, terkait persiapan pendanaan dari APBN dan pembiayaannya yang memakai skema kredit. Misalnya akan ada kebijakan baru untuk meringankan uang muka, karena komponen ini paling terberat bagi MBR ketika akan membeli rumah dengan skema KPR.

“Pada MBR, pertama kita turunkan uang muka dari 5% menjadi 1%. Uang muka biasa orang bisa cicil bulanan, karena value uangnya mungkin ringan,” kata kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2015).

Selain uang muka atau DP yang ringan, pemerintah juga akan memberikan dana segar bagi calon pembeli rumah segmen MBR. Bantuan ini untuk membantu uang muka pembelian rumah.

“Ditambah Rp 4 juta cash untuk membantu membayar uang muka,” katanya.

Selain itu, MBR juga akan mendapatkan bunga KPR sangat lunak dengan bunga hanya 5% flat selama 15-20 tahun. Sebelumnya bunga KPR untuk MBR atau FLPP bunganya mencapai 7,5%.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me