Maja, Kota Baru Berbasis Infrastruktur Ekonomi (1)

Penetapan Maja sebagai kota baru berbasis infrastruktur, manufaktur, industri ringan, dan kota jasa oleh pemerintah dinilai sangat tepat. Kawasan di Lebak, Rangkas Bitung, Banten ini sangat cocok sebagai ...

  • propertidata
  • 2016.09.24
  • 1362

    view

  • Maja, Kota Baru Berbasis Infrastruktur Ekonomi (1)

    Penetapan Maja sebagai kota baru berbasis infrastruktur, manufaktur, industri ringan, dan kota jasa oleh pemerintah dinilai sangat tepat. Kawasan di Lebak, Rangkas Bitung, Banten ini sangat cocok sebagai kota sub urban yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

    Maja juga dinilai mampu mengatasi kepadatan kota Jakarta dan kawasan Jabodetabek yang sudah mulai padat.

    Tak heran bila Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan pembangunan infrastruktur kawasan itu dengan memasukkannya ke dalam program Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) 2014-2019. Pengembangan infrastruktur di wilayah Maja merupakan bagian dari pesan Nawacita, yakni pembangunan 10 Kota Baru Publik.

    Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pemerintah pusat akan memfokuskan pengembangan infrastruktur yang memadai untuk Maja. Infrastruktur itu antara lain akses jalan dari Pamulang sampai ke kawasan Maja sepanjang 58 kilometer (km). Lalu, rencana pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja dan kereta api double track dari Jakarta hingga Maja. Selain itu, pembangunan waduk Karian Banten untuk mensuplai kebutuhan air bersih.

    “Saya mengimbau semua stakeholder untuk tetap memegang teguh master plan, agar Maja bisa tumbuh menjadi kota yang nyaman dan aman sesuai dengan desain sehingga tidak sembarangan dan menjadi kumuh,” kata Basuki, belum lama ini.

    Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (REI) Banten, Soelaeman Soemawinata, menilai, kawasan Maja sangat cocok dijadikan sebagai kota baru dengan multitransport. Karena itu, perlu ada dukungan besar dari pemerintah pusat dalam mengembangkan kawasan Maja. “Menurut saya, Maja ini sebagai kota baru dan bukan kota mandiri lagi, karena itu, perlu didukung oleh multitransport,” kataSoelaeman.

    Dia mengatakan, multi transportasi itu mulai dari kereta api, jalan tol, dan jalan arteri. Selain itu, didukung oleh infrastruktur air bersih, listrik dan sarana lainnya. “Kalau hanya kereta api, bukan lagi sebagai kota baru tetapi hanya kebutuhan bagi orang Jakarta dan kami akan dorong Maja sebagai kota baru,” katanya.

    Menurut dia, kota baru adalah kota yang masih butuh peran kota lain dalam perkembangannya, sedangkan kota mandiri tidak. Maja adalah kota interdependensi atau saling ketergantungan karena masih membutuhkan kota lainnya. Bukan semata kota yang bisa menggerakkan perekonomiannya sendiri. “Kawasan Maja ini masyarakatnya bakal banyak yang kerja di Jakarta dan daerah lainnya Tangerang, Bogor, Serang, Rangkasbitung,” ujarnya

    Pengembangan Maja sebagai kota baru kedepan akan menampung berbagai macam aktifitas dan konsep yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami akan mendorong pengembang untuk terlibat langsung dan menyiapkan suplai untuk memenuhi kebutuhan akan hunian yang cukup besar di kawasan Maja dan kami juga mendorong pemerintah untuk membangun infrastrutkur,” ujarnya.

     

    Potensi Maja

    Kepadatan Jakarta yang terus bertambah setiap tahun akibat tingginya urbanisasi, tentu berdampak kepada masalah sosial dan kebutuhan akan hunian. Demikian juga dengan kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) yang saat ini jumlah penduduknya terus bertambah. Bahkan, kawasan Serpong, Tangerang sebagai kawasan penyangga Jakarta, juga sudah mulai padat. Karena itu, kawasan Maja bisa dijadikan sebagai kawasan kota baru yang memiliki basis ekonomi ke depan.

    Kawasan Maja yang memiliki lahan seluas 10.000 hektare (ha) ini bisa dikembangkan sebagai kawasan hunian, terutama bagi pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kawasan ini dinilai membantu masayarakat memiliki hunian yang layak dengan dukungan penyediaan transportasi publik yang cukup besar.

    Konektivitas amat penting bagi Maja terutama dalam mendorong peningkatan kinerja ekonomi dalam menghadapi era globalisasi. Konektivitas itu perlu diwujudkan antara pusat pusat ekonomi, industri, hunian dan lainnya.

    Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana (IAP) Bernardus Djonoputro, mengatakan, kawasan barat Jakarta, seperti Maja ataupun Tigaraksa Tangerang, selain dikembangkan untuk hunian juga cocok dirancang sebagai kota baru berbasis industri kreatif, industri ringan non-polutan, dan jasa. Apalagi pemerintah sudah merancang pengembangan kawasan baru dalam mendukung Jakarta adalah kawasan barat dan timur Jakarta.

    Kawasan timur Jakarta sudah didesain sebagai pusat industri berat dengan kawasan unggulan di Cikarang dan sekitarnya. “Sedangkan kawasan barat Jakarta dikembangkan sebagai kawasan hunian dan industri manufaktur, agar seimbang,” kata dia.

    Menurut Bernadus, pengembangan Maja sebagai kota baru juga sangat membantu dalam megurangi tingkat urbanisasi yang cukup deras ke wilayah perkotaan terutama ke Jakarta dan Bodetabek. Karena itu, Maja perlu didorong tak semata kawasan hunian, namun juga membuka peluang pekerjaan baru sehingga tidak harus ke Jakarta.

    Dia berharap, pengembangan kawasan atau kota baru tetap mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga bisa terencana dan terkelola dengan baik, serta tidak menimbulkan masalah sosial baru.



    Imam Muzakir/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci