Inilah Alasan Tak Dibangunnya Lagi Rumah Bersubsidi di Jakarta

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockKebanyakan masyarakat lebih memilih rumah tapak (landed house) ketimbang hunian vertikal (apartemen atau rumah susun). Kelebihan utama rumah tapak adalah harga tanah yang ...

  • propertidata
  • 2016.09.24
  • 310

    view

  • Inilah Alasan Tak Dibangunnya Lagi Rumah Bersubsidi di Jakarta

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

    Kebanyakan masyarakat lebih memilih rumah tapak (landed house) ketimbang hunian vertikal (apartemen atau rumah susun). Kelebihan utama rumah tapak adalah harga tanah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

    Akan tetapi, dari data Bank Tabungan Negara (BTN) awal Januari hingga 20 September, hanya ada 5 unit hunian bersubsidi di Jakarta.

    Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dirjen PP Kemen PUPR), Maurin Sitorus, harga lahan yang tinggi adalah penyebab tidak adanya lagi bantuan dana untu rumah bersubsidi di Kota Jakarta.

    "Harga tanah di Jakarta ini gak masuk harga untuk rumah bersubsidi. Jadi tinggi sekali harganya. Kalau untuk wilayah Bogor dan Bekasi, harga rumah subsidi masih bisa ditawarkan dengan harga Rp133 juta karena harga tanahnya masih murah," katanya kepada Rumah123, Sabtu (23/9).

    Oleh sebab itu, pemerintah melarang para pengembang di Jakarta untuk membangun rumah tapak bersubsidi. Alternatifnya adalah hunian vertikal, baik itu untuk jenis komersial maupun bersubsidi.

    Baca juga: Meskipun Perekonomian Melambat, Synthesis Tetap Untung

    Harga hunian vertikal punya syarat penawaran harga maksimal Rp250 juta. Selain itu, menawarkan fasilitas suku bunga 5 persen dengan luas ruangan hunian 36 meter persegi.

    Akan tetapi, di sisi lain pengembang punya kendala untuk membangun hunian vertikal bersubsidi. Hal ini terkait dana pembangunannya.

    "Kalau hunian vertikal komersial, bangunan belum jadi sudah bisa diakadkan. Tapi, kalau hunian vertikal bersubsidi tunggu sudah selesai dulu bangunannya baru bisa diakadkan," ujarnya menjelaskan.

    Chief Marketing Officer PT Megakarya, Awing Priscilla, membenarkan alasan harga tanah di wilayah Jakarta yang tinggi. Namun, dia tidak membenarkan adanya larangan dari pemerintah untuk membangun hunian tapak bersubsidi. Begitu pula soal alasan dananya.

    "Sampai saat ini tidak ada larangan dari pemerintah untuk membangun rumah bersubsidi di Jakarta. Alasan tidak adanya developer yang membangun rumah bersubsidi di Jakarta adalah harga tanahnya yang kini terlalu tinggi. Itu saja," katanya. (Wit)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci