Ini Loh Alasan Kenapa Jakarta Hanya Boleh Bangun Hunian Vertikal

Ilustrasi. Foto: Rumah123/IstockBank Tabungan Negara (BTN) telah menggelontorkan dana Rp9,7 triliun lebih kepada para debitur KPR (kredit pemilikan rumah) bersubsidi, ini mencakup untuk 88.729 unit hunian ...

  • propertidata
  • 2016.09.24
  • 294

    view

  • Ini Loh Alasan Kenapa Jakarta Hanya Boleh Bangun Hunian Vertikal

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/Istock

    Bank Tabungan Negara (BTN) telah menggelontorkan dana Rp9,7 triliun lebih kepada para debitur KPR (kredit pemilikan rumah) bersubsidi, ini mencakup untuk 88.729 unit hunian. Data tersebut merupakan data terakhir pada 20 September 2016.

    Subsidi berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Selisih Suku Bunga (SSB) yang dibayarkan pemerintah, dari 35 provinsi, Jawa Baratlah yang memiliki minat tertinggi akan rumah bersubsidi.

    Akan tetapi, Jakarta hanya terdiri atas 5 unit hunian saja yang meminta dana pinjaman ke BTN, sehingga BTN hanya mengeluarkan dana Rp878 miliar. Kenapa hanya 5 unit hunian? Ada alasan di balik minimnya rumah subsidi di Jakarta.

    Baca juga: Investor Asing Bisa Ikut Meningkatkan Pasar Properti Dalam Negeri

    "Jakarta dan sembilan kota lainnya tak diizinkan pemerintah memberikan KPR Subsidi untuk pembelian rumah landed. Hanya untuk membeli apartemen saja yang diperbolehkan," ucap Business and Sales Department Head KPR-BTN, Budi Permana, Kamis (22/9).

    Budi menambahkan, masyarakat masih belum berminat tinggi untuk ambil KPR Apartemen bersubsidi. Mereka lebih memilih landed house ketimbang apartemen atau rumah susun.

    "Apartemen yang dibangun developer yang dibeli dengan fasilitas KPR Subsidi saat ini memang sedikit sekali," katanya lagi. (Wit)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci