Hanya Disuntik Rp 1 T oleh Jokowi, Perumnas Pangkas Anggaran Beli Tanah

Big Banner

Jakarta -Lebih rendahnya penyertaan modal negara (PMN) yang diterima Perum Perumnas mempengaruhi proyek perusahaan. Perumnas hanya dapat tambahan modal Rp 1 triliun dari usulan Rp 2 triliun.

Direktur Utama Perumnas Himawan Arief mengaku harus memangkas alokasi anggaran untuk pembelian lahan baru alias landbank di 2015 dari semula Rp 500 miliar menjadi hanya Rp 300 miliar.

“Tadinya kalau PMN disetujui Rp 2 triliun, kami akan menganggarkan untuk landbank baru Rp 500 miliar. Tetapi ternyata kan baru disetujui Rp 1 triliun, jadi kami juga menurunkan alokasi untuk landbank jadi hanya Rp 300 miliar. Sisanya Rp 700 milliar akan digunakan untuk pengembangan pembangunan rusun, rumah milik dan peremajaan rusun tua,” ujar dia di Kantor Pusat Perumnas, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Ia mengakui ada sejumlah program akuisisi lahan baru yang sudah dimulai. Pembelian lahan dilakukan di beberapa titik yang tersebar di 14 provinsi dengan luas lahan berkisar 20-100 hektar.

“Lokasinya sudah akuisisi di Makassar, Palembang. Di sana kami membeli 100 hektar. Dan beberapa di NTB, Maluku. Semua tersebar di 14 provinsi dengan range-nya skala 20-100 hektar,” papar Himawan.

Ia mengaku, pembelian lahan baru ini telah mendapat restu dari kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan memberikan dukungan kepada Perumnas berupa perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 2004 (PP 15/2004).

Dalam rencana perubahan yang sedang disusun usulannya tersebut, Basuki akan menambahkan 4 pasal baru yang salah satunya adalah pemberian kewenangan kepada Perumnas untuk menambah cadangan lahannya. ?Hal ini diharapkan dapat mempermudah Perumnas dalam melakukan perencanaan pembangunan di masa depan.

“Perumnas diberi kesempatan untuk memperbanyak landbank. Selama ini landbank disediakan bila sudah ada rencana proyek. Kalau sekarang akan kami buat payung hukum agar landbank bisa tersedia lebih awal. Jadi ketika proyek mau dijalankan, tidak ribut soal lahan lagi. Landbank juga akan kita berikan tanah-tanah PUPR yang idle untuk bisa dikembangkan oleh Perumnas,” pungkas dia.

(dna/ang)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me