Dukung Program Jokowi Bangun 1 Juta Rumah, Perumnas Cari Utang Rp 600 M

Big Banner

Jakarta -BUMN perumahan, Perum Perumnas berencana menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) untuk pemenuhan modal pembangunan 36.000 rumah murah. MTN yang akan diterbitkan maksimal Rp 600 miliar, untuk mendukung pembangunan 1 juta rumah di 2015.

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan, MTN ini akan diluncurkan lantaran perusahaan hanya mendapat tambahan permodalan dari Pemerintah sebesar Rp 1 triliun.

“Untuk membangun 36.000 rumah yang diberikan tanggung jawab kepada kami (Perumnas), kami mengusulkan PMN Rp 2 triliun. Namun di DPR hanya Rp 1 triliun sehingga kami akan mencari sumber pendanaan lain agar target yang dipercayakan kepada kami tetap bisa tercapai,” kata Arief di Kantor Pusat Perumnas, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Untuk memuluskan langkahnya tersebut, Perumnas akan mengajukan permohonan rating dari perusahaan rating nasional seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Langkah selanjutnya adalah mencari penjamin efek, sebelum menerbitkan MTN.

“Kami akan minta perusahaan pemeringkat untuk melakukan pemeringkatan?. Karena terakhir kali kami diperingkat, 3 tahun yang lalu. Perlu diperbaharui, kami berharap hasil pemeringkatannya baik,” katanya.

Arief masih enggan menyebutkan kapan MTN bakal diluncurkan oleh Perumnas.? “Namun dari Kementerian Keuangan, kami diberi kewenangan untuk menambah permodalan dari pinjaman atau menerbitkan surat utang dengan plafon mencapai Rp 600 miliar,” katanya.

Pihak yang terlibat dalam program 1 juta unit rumah:

  • BUMN Perum Perumnas 4.102 unit rumah dan 6.000 unit rusun.
  • Pengembang swasta Real Estate Indonesia (REI) 50.370 unit rumah.
  • Pengembang swasta Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi Edy Ganefo) 75.971 rumah.
  • Pengembang swasta Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi Anton R Santoso) 64.153 rumah.
  • Pengembang swasta Asosiasi Pengembangan Perumahan Rakyat Indonesia (Asperi) 2.070 rumah.
  • Pemda 12.000 rumah dan 400 unit rusun.
  • BPJS Ketenagakerjaan 2.000 rumah dan 500 unit rusun.
  • Pemerintah pusat 28.000 rumah.

(dna/hen)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me