Paket Ekonomi  XIII. Apakah Harga Rumah akan Murah?

Salah satu komponen biaya yang cukup siginfikan dalam pengembangan perumahan adalah biaya dan proses perizinan. Dengan dieluarkannya paket ekonomi XIII diharapkan biaya perizinan akan terpangkas hingga ...

  • propertidata
  • 2016.09.26
  • 339

    view

  • Paket Ekonomi  XIII. Apakah Harga Rumah akan Murah?

    Salah satu komponen biaya yang cukup siginfikan dalam pengembangan perumahan adalah biaya dan proses perizinan. Dengan dieluarkannya paket ekonomi XIII diharapkan biaya perizinan akan terpangkas hingga 70% apakah dengan demikian harga rumah langsung turun secara signifikan. Majalah Properti Indonesia (MPI) mengulasnya secara lengkap di edisi September 2016.

    Disebutkan Wakil Ketua Umum Bidang Perizinan DPP Real Estate Indonesia (REI), Oka Murod sepakat paket kebijakan ini akan membawa beberapa manfaat bagi pengembangan perumahan di Indonesia. Saat ini pembangunan rumah murah baru teralisasi 40 persen-50 persen dari target pemerintah karena masalah biaya perizinan.

    Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo juga menilai langkah Jokowi sangat tepat karena selama ini izin yang lama dan mahal telah menghambat program penyediaan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

    Eddy merinci, lama dan mahalnya biaya perizinan harus dihadapi pengembang dan masyarakat umum lainnya yang ingin membangun rumah.  Sebelumnya, data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sampai akhir tahun 2015, masih ada 17,3 persen atau sekitar 11,8 juta rumah tangga yang tinggal di hunian non milik.

    Menurut data tersebut, belasan juta rumah tangga tinggal di rumah sewa, tinggal di rumah dinas, menumpang, atau pun tidak memiliki rumah sama sekali. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga meminta para pengembang rumah mewah juga membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar target program satu juta rumah pada 2016 dapat terpenuhi. Dalam kesempatan berbeda, Direktur

    Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengakui, bahwa biaya perizinan yang mahal telah menggerus margin alias pendapatan para pengembang. Sehingga pengembang menahan diri melakukan pembangunan rumah murah untuk MBR. MPI/MRR . MPI versi digital dapat diakses melalui : http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia  atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci