Menunggu Dampak Paket Ekonomi XIII Tentang Perumahan

Belum lama ini pemerintah kembali mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII terkait kepemilikan Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Seperti diulas dalam Majalah Properti Indonesia (MPI) ...

  • propertidata
  • 2016.09.26
  • 79

    view

  • Menunggu Dampak Paket Ekonomi XIII Tentang Perumahan

    Belum lama ini pemerintah kembali mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII terkait kepemilikan Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Seperti diulas dalam Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2016, terkait pemangkasan sejumlah rantai perizinan.

    Paket Kebijakan Ekonomi  (PKE) berisi tentang pemangkasan regulasi dan perizinan di sektor pertanahan dan perumahan ini difokuskan untuk membantu pengembang dalam memenuhi perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)sekaligus mempercepat Program Nasional pembangunan satu juta rumah.

    Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, paket kebijakan soal rumah tersebut merupakan reformasi agraria yang dilakukan pemerintah untuk menjawab persoalan mendasar yang harus dijalankan dan tanggung jawab negara yaitu sandang, pangan, papan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dalam waktu dekat, pemerintah juga akan segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga diharapkan bisa berdampak pada bisnis properti dalam negeri.

    PP ini sendiri berisi penyederhanaan perizinan dengan menghapus dan mengurangi berbagai perizinan yang diperlukan untuk membangun rumah MBR. Jika perizinan pembangunan rumah MBR sebelumnya mencapai 33 izin dan tahapan, dengan paket kebijakan ini, proses disederhanakan menjadi 11 izin dan rekomendasi.

    Selain itu, penyederhanaan perizinan dan tahapan ini juga diharapkan mengurangi waktu pembangunan rumah MBR yang selama ini mencapai 769-981 hari. Dengan penyederhanaan perizinan ini, pembangun rumah bagi MBR dapat dipercepat menjadi 44 hari.

    Darmin berani memastikan, dengan adanya penyederhanaan perizinan dalam membangun rumah bagi MBR, bakal menurunkan harga rumah.”Pasti lebih murah. Untuk berapanya, silakan tanya REI (Real Estate Indonesia). Saat kami hitung, biaya pengurusan perizinan turun 70 persen, kami hitung bersama REI,” kata Darmin. /MPI/MRR. (Versi digital MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci