Bunga KPR Subsidi Bakal Turun Jadi 5%, Konsumen Hemat Rp 29 Juta/Unit

Big Banner

Jakarta -Sejalan dengan rencana penyediaan 1 juta rumah di 2015, pemerintah juga akan meluncurkan program bantuan pembiayaan pemilikan rumah yang lebih mudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satunya rencana menurunkan tingkat bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi dari semula 7,25% menjadi 5%.

Langkah ini memberi angin segar bagi masyarakat yang penghasilannya pas-pasan untuk memiliki rumah dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Bunga KPR FLPP akan kita turunkan dari 7,25% menjadi hanya 5%. Kalau bunga lebih rendah tentu biaya cicilan yang harus dibayar juga akan semakin rendah. Itu akan meringankan beban MBR untuk mencicil rumah,” kata ??Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Djoko Mursito? kepada detikFinance, Selasa (14/4/2015).

Ada dampak signifikan yang bakal dialami MBR penerima fasilitas KPR FLPP dengan penurunan bunga ini. Misalnya untuk objek rumah dengan harga jual Rp 100 juta, uang muka 5% atau Rp 5 juta dan tenor cicilan 20 tahun. Dengan bunga 7,25%, MBR harus membayar cicilan bulanan Rp 750.857. Sementara untuk bunga 5%, maka cicilan yang harus dibayar tiap bulan hanya Rp 626.958.

“Penurunan suku bunga KPR FLPP dari semula 7,25% jadi 5% langsung menurunkan beban cicilan sebesar Rp 123.899 per bulan. Dikali 20 tahun, MBR bisa hemat Rp 29,7 juta. Itu dana besar sekali bisa digunakan untuk membiayai anak sekolah dan lain-lain,” katanya.

Untuk memuluskan program ini, telah tersedia dana di Pemerintah sebesar Rp 5,1 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk mensubsidi bunga KPR FLPP sebanyak 60.000 orang penerima. Dana ini sebagai dana murah untuk perbankan, sehingga bank bisa memberikan bunga rendah.

Dana tersebut akan disalurkan oleh sejumlah Bank pelaksana yang tersebar di seluruh Indonesia dengan menyasar masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 4 juta untuk pemohon KPR FLPP rumah tapak dan maksimal Rp 7 juta per bulan untuk pemohon KPR FLPP rumah susun.

(dna/hen)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me