Katanya, 9 Program Ini Bisa Bikin Masyarakat Gampang Beli Rumah

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockEkonomi Indonesia yang melambat berpengaruh pada sektor properti. Untuk menggairahkan pasar properti yang lesu saat ini, para pengembang menyasar calon pembeli dari segmen ...

  • propertidata
  • 2016.09.27
  • 490

    view

  • Katanya, 9 Program Ini Bisa Bikin Masyarakat Gampang Beli Rumah

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

    Ekonomi Indonesia yang melambat berpengaruh pada sektor properti. Untuk menggairahkan pasar properti yang lesu saat ini, para pengembang menyasar calon pembeli dari segmen menengah bawah ketimbang menengah atas.

    Triwulan II tahun ini, nilai transaksi penjualan properti alami pertumbuhan negatif 13,3 persen (quartal to quartal). Tetapi year on year (YoY), masih menurun diangka 49,8 persen, namun ada kenaikan tipis sebesar 3,2 persen berdasarkan unit yang terjual.

    Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, ada 9 stimulus yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan sektor properti:

    1. BI Rate

    Turunnya BI Rate pada level 6,5 persen, masih mungkin bisa turun lagi, seperti banyak ulasan ahli-ahli ekonomi.

    Baca juga: Inilah Program Istimewa Synthesis Development untuk Dukung Tax Amnesty

    2. Pelonggaran Loan to Value (LTV) dan Inden

    Pelonggaran ini berdampak pada uang muka (DP) sebesar 15 persen, yang semula 20 persen. Juga dibukanya kembali larangan pembelian rumah secara inden untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kedua.

    3. Pembangunan Infrastruktur

    Dana infrastruktur saat ini telah mencapai Rp300 triliun, yang terbesar sepanjang sejarahnya, seharusnya dana sebesar ini berdampak bagi perekonomian nasional. Pergerakan barang dan jasa akan lebih efektif, sehingga arus perdagangan lebih meningkat. Daya beli masyarakat akan naik dan pasar perumahan, serta properti juga bisa meningkat.

    4. Program Sejuta Rumah

    Program ini banyak menarik peminat pengembang membangun rumah sederhana dengan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen, Dp 1 persen, dan bantuan Dp Rp 4 juta per unit.

    Program ini membuat banyak pengembang membangun rumah sederhana yang notabene sangat dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    5. Dana Investasi Real Estate (DIRE)

    Pemotongan pajak DIRE menjadi single tax dengan total besaran pajak 1,5 persen menjadi salah satu alternatif pembiayaan proyek properti. Angka pajak tersebut lebih murah 50 persen dibanding REITs Singapura yang mengenakan pajak 3 persen. Di Indonesia DIRE belum terlalu populer. Tetapi, dalam jangka panjang ini akan jadi pilihan para pengembang.

    Baca uga: Inilah Alasan Tak Dibangunnya Lagi Rumah Bersubsidi di Jakarta

    6. PPh Final

    PP No. 34 tahun 2016 tentang tarif baru PPh Final atas pengalihan hak atas tanah atau bangunan dari 5 persen jadi 2,5 persen untuk non-subsidi dan 1 persen untuk subsidi. Bakal memberikan gairah bagi seluruh pengembang.

    7. Kepemilikan Asing

    Mengacu kepada PP No. 103 tahun 2015 tentang pemilikan rumah tempat tinggal atau hunian oleh orang asing yang berkedudukan di Indonesia. Aturan ini bisa memicu meningkatnya pasar properti. Meski beberapa aturan masih belum banhyak bisa diterapkan karena kondisi lapangan yang ada.

    8. Birokrasi Perizinan

    Munculnya Paket Kebijakan Ekonomi XIII, memangkas jenis perizinan dari 33 menjadi 11 atau sebesar 70 persen dengan waktu 1,5 bulan. Pengembang bisa menghemat sampai 30 persen. Paket-paket kebijakan pemerintah akan menjadi booster properti nasional.

    9. Tax Amnesty

    Diproyeksikan dari dana repatriasi akan meningkatkan sektor properti. Terutama dana yang mengendap selama 3 tahun dan properti sebagai investasi jangka panjang. Sebesar 60 persen diperkirakan akan masuk lewat pembelian properti secara langsung.

    Adanya 9 stimulus tersebut, Ali memprediksikan pada 2017, pasar properti akan membaik. "Jika pasar perumahan tidak juga tumbuh, sungguh keterlaluan!" katanya  menegaskan. (Wit)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci