Kondotel Vs Apartemen, Mana Yang Lebih Menguntungkan Untuk Investasi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sudah menjadi rahasia umum, properti menjadi instrumen investasi yang diuber banyak orang. Harga properti yang terus naik, aman, dan mudah menjadi alasan orang berlomba menanamkan uangnya di sektor ini. Properti investasi yang semarak dan disenangi banyak orang saat ini adalah apartemen dan kondotel (kondominium hotel). Apartemen umumnya disewakan atau dijual ketika harganya sudah tinggi. Sedangkan kondotel pengelolaannya diserahkan pada jaringan yang berpengalaman mengelola hotel.

Salah satu kondotel di pusat bisnis Jakarta

Salah satu kondotel di pusat bisnis Jakarta

Kondotel umumnya menarwakan jaminan sewa (return guarantee) 8 persen per tahun selama dua tahun pertama. Ini sebetulnya uang konsumen sendiri (marketing gimmick developer) karena jaminan sewa itu diberikan ketika kondotelnya belum beroperasi atau dalam tahap pembangunan. Setelah dua tahun besaran return-nya sesuai tingkat isian (okupansi) hotel setelah dikurangi biaya operasi. Pembagian keuntungan dengan pengelola cukup beragam, ada yang 50:50, 60:40, 80:20.

Menurut Tony Eddy, Chairman Tony Eddy & Associate, kondotel umumnya dibangun di tempat wisata, seperti di AS, Philipina, dan beberapa negara lain. Karena itu selain untuk investasi pemiliknya bisa menggunakan jatah menginap gratis untuk berlibur bersama keluarga.

Dalam perkembangannya, kondotel di Indonesia dibangun di luar kawasan wisata. Lokasinya di kota besar, seperti Jakarta, dijadikan hotel bisnis. “Kalau di dalam kota pemiliknya pasti tidak tertarik memakai jatah menginap gratis. Masa sih orang mau liburan di tengah kota yang krodit, padahal dia tiap hari merasakan masalah perkotaan, macet, polusi, dan lain-lain,” kata Tony.

Jadi, kondotel di dalam kota tidak punya kelebihan selain hasil sewanya harus lebih tinggi. Kalau sewanya sama dengan kondotel di tempat wisata kurang menarik. Menurut Tony, kalau yang diharapkan hasil sewa kenapa bukan membeli apartemen.  “Kalau disewakan, imbal hasil apartemen jauh lebih besar dari kondotel dan uangnya diterima di depan. Kondotel harus dikurangi biaya operasi dan management fee. Hasil sewanya juga diterima di akhir tahun,” ujarnya.

Tony mengakui, kedua obyek investasi itu ada plus minusnya. Apartemen lebih ribet karena semuanya diurusi sendiri, nyari penyewa juga sendiri. Apartemen kalau lagi kosong,   akan kosong sampai mendapatkan penyewa baru. Selain itu kalau ada penyewa pemiliknya tidak bisa memakai. Sedangkan kondotel ada yang mengurus, kalau unitnya tersewa  pemiliknya bisa menempati unit lain.

housing-estate.com