HIG Diharapkan Menjadi Operator Hotel Terbesar di Indonesia

JAKARTA - Hotel Indonesia Group (HIG) diharapkan mampu menjadi jaringan operator hotel (hotel chain) terbesar di Indonesia. HIG kini beranggotakan 36 hotel BUMN, sedangkan kedepan ditargetkan mampu menghimpun ...

  • propertidata
  • 2016.09.29
  • 358

    view

  • HIG Diharapkan Menjadi Operator Hotel Terbesar di Indonesia

    JAKARTA - Hotel Indonesia Group (HIG) diharapkan mampu menjadi jaringan operator hotel (hotel chain) terbesar di Indonesia. HIG kini beranggotakan 36 hotel BUMN, sedangkan kedepan ditargetkan mampu menghimpun 97 hotel BUMN.

    "Sinergi yang dibangun memiliki visi dan misi menjadikan HIG sebagai hotel chain terbesar di Indonesia sehingga hotel-hotel itu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Iswandi Said, direktur utama PT Hotel Indonesia Natour (HIN), di sela peluncuran HIG, di Jakarta, Rabu (28/9).

    Selain peluncuran resmi HIG, dalam acara Rabu itu juga diluncurkan logo dan portal HIG. Selain itu, dilakukan penandatanganan kerja sama dengan 16 BUMN lain dalam memenuhi kebutuhan rantai pasok, sumber daya manusia (SDM), dan manajemen hotel dalam upaya percepatan jaringan hotel BUMN terbesar itu. “Untuk pelatihan SDM kami akan bersinergi dengan Diklat milik Garuda Indonesia. Kami juga menekankan agar tidak ada ego sektoral di dalam HIG,” papar Iswandi.

    Dia berharap jaringan HIG dapat berperan besar dalam memenuhi target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 melalui pengembangan di 10 destinasi wisata utama.

    Anggota yang bergabung dengan HIG juga diklaim akan merasakan manfaat di bidang pemasaran, dan efisiensi dalam pengadaan kebutuhan masing-masing hotel karena dukungan terpadu dari BUMN.

    Menurut Iswandi,  sinergi itu juga diharapkan memudahkan dan memberi pelayanan terbaik kepada para wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik dengan mengedepankan keramahtamahan Indonesia yang bertaraf internasional.

    “Kami menargetkan sebanyak 97 hotel bisa bergabung di bawah HIG untuk memperluas jaringan perhotelan milik BUMN. Dengan adanya jaringan perhotelan di bawah HIG, pelanggan mendapatkan variasi hotel yang sesuai dengan kebutuhannya,” tutur dia.

    Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan, sinergi itu sangat penting untuk lebih kuat dan mampu bersaing dengan jaringan hotel global. “Terlalu berat bersaing dengan network yang besar. Karena itu, kalau tidak digabung untuk bersinergi bisa mati,” kata dia, di tempat yang sama.

    Arief mengatakan, industri pariwisata akan sangat sempurna jika bisa bersinergi dengan properti dan transportasi. Pariwisata bisa menjadi industri paling mudah dan murah untuk menghasilkan produk domestik bruto (PDB). Kunjungan wisatawan juga ditargetkan naik dari 12 juta wisatawan menjadi 20 juta wisatawan.

    “Sektor pariwisata kita menyumbang PDB 10%, ini lebih besar dari sektor lain, kita penghasil devisa nomor empat, targetnya nomor satu pada 2019 dengan target naik dari U$10 miliar menjadi U$12 miliar,” kata Arief.

    Menpar juga mendorong BUMN pengembangan 10 destinasi pariwisata di Indonesia. Hal ini berdampak kepada ketersediaan akomodasi baik hotel, maupun homestay.

    “Membangun hotel butuh waktu lima tahun. Karena itu, butuh juga homestay. Dalam hal ini perlu sinergi seperti Perumnas dan perbankan untuk menggarap homestay,” ujarnya.



    Imam Muzakir/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci