Program Sejuta Rumah Jokowi Dipertanyakan Kelanjutannya

Big Banner

JAKARTA – Pembangunan sejuta rumah program Jokowi-JK tinggal selangkah lagi. Jika tak ada aral melintang, groundbreaking sejuta rumah ini akan dilakukan pada akhir April 2015.

Banyak kalangan yang menganggap program sejuta rumah ini tak realistis. Pasalnya, pemerintah seolah terburu-buru dan tidak memiliki konsep yang jelas terkait mekanisme pembangunan sejuta rumah tersebut.

“Realistis atau enggak program ini, dulu di era JK juga pernah dicanangkan program 1.000 tower. Tapi waktu itu banyak kendala di landed aquisition. Nah, sekarang program ini siapa yang mau mendevelope? Kalau lahan untuk sejuta rumah itu mau di mana? Atau siapa yang sediakan?” kata Head of Advisory Konsultan Property JLL Vivin Harsanto disela-sela paparan properti di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Ketidakjelasan mekanisme pembangunan sejuta rumah tersebut, lanjut Vivin bisa dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari bagaimana insentif untuk pengembang, ketersediaan lahan, hingga masalah infrastruktur pendukungnya.

“Ini tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan lahan dan mengeksekusi,” tutup dia.

Seperti diketahui, sebanyak 300ribu unit rumah akan dibangun pada pembangunan sejuta rumah tahap pertama. Rumah-rumah ini akan dibangun di 16 provinsi selurun Indonesia. Adapun tujuan dibangunnya rumah ini agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia yang bisa memiliki rumah.

(rzy)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me