Investor Perumahan Pilih Daerah dengan Layanan Maksimal

Palu - Ketua Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah (Sulteng), H Liardi menyatakan, investor di sektor perumahan akan lebih memilih daerah dengan pelayanan maksimal untuk melakukan investasi."Ibaratnya ...

  • propertidata
  • 2016.09.29
  • 204

    view

  • Investor Perumahan Pilih Daerah dengan Layanan Maksimal

    Palu - Ketua Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah (Sulteng), H Liardi menyatakan, investor di sektor perumahan akan lebih memilih daerah dengan pelayanan maksimal untuk melakukan investasi.

    "Ibaratnya kalau pelayanannya nyaman dan baik, maka pengunjung akan kembali lagi," kata Liardi di Palu, Kamis (29/9).

    Liardi memberi contoh, di Sulteng ini, Kabupaten Sigi dinilai sebagai daerah yang memberikan pelayanan pertanahan dan izin-izin lainnya dengan sangat baik sehingga sebagian besar anggota REI melakukan investasi di daerah tersebut.

    Menurut Liardi, dengan tingginya permintaan rumah (backlog) setiap tahunnya, dukungan pemerintah daerah sangat diharapkan, apalagi soal pelayanan perizinan. Karena itu, Liardi berharap, perizinan di sektor perumahan dapat dibuat satu pintu agar pengurusannya tidak terlalu lama dan terkesan berbelit-belit.

    "Bagaimana suatu daerah baik dalam segi pembangunan kalau investornya saja baru masuk sudah dibebani begitu banyak permintaan dari pemda," ungkapnya.

    Apalagi, kata Liardi, selama ini peran badan pertanahan Negara (BPN) di daerah masih dirasakan kurang oleh pengembang.

    "Mengapa kita berbondong-bondong ke daerah yang peran BPN-nya sangat baik, karena ini berhubungan dengan palayan dan kepuasan investor," ujarnya.

    Bagi Liardi, jika daerah memberikan sedikit kemudahan kepada pengembang, maka program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah sebenarnya tidaklah sulit. Pengembang, kata dia, bukan hanya mengutamakan kepentingan bisnis, tapi pihaknya juga peduli terhadap masyarakat.

    "Kendala pengembang di lapangan hanyalah soal sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN, karena itu yang melegalkan pekerjaan kami," katanya.

    Sertifikat merupakan alas hak pekerjaan yang dimulai oleh pengembang karena bagi konsumen atau masyarakat yang melakukan kredit atas rumah, terkadang sertifikat belum juga diselesaikan oleh BPN.

    "Mudah-mudahan semangat yang ada dalam paket kebijakan ekonomi XIII, juga ada juga sama pihak BPN," harapnya.

    Liardi mengakui bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dalam setiap kesempatan, namun pihaknya tidak mengetahui ada permasalahan yang terjadi, sehingga BPN masih kurang dalam pelayanan kepada pengembang.

    "Mungkin ada satu peraturan khusus bagi BPN," ujar Liardi.

    /FER

    ANTARA

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci