Alokasikan Rp 300 Miliar, BTN Bidik Pedagang Tanah Abang

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak seperti pekerja formal yang memiliki pendapatan tetap setiap bulannya, para pekerja informal sulit membuktikan penghasilannya kepada perbankan.Akibatnya, para pekerja informal ...

  • propertidata
  • 2016.09.29
  • 209

    view

  • Alokasikan Rp 300 Miliar, BTN Bidik Pedagang Tanah Abang

    JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak seperti pekerja formal yang memiliki pendapatan tetap setiap bulannya, para pekerja informal sulit membuktikan penghasilannya kepada perbankan.

    Akibatnya, para pekerja informal kesulitan untuk mengajukan kredit terutama kredit pemilikan rumah (KPR).

    Padahal, jumlah pekerja informal di Indonesia cukup besar. Untuk menyediakan akses bagi pekerja informal, khususnya para pedagang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyiapkan skema khusus.

    Saat ini, Bank BTN telah memulai program KPR yang ditujukan bagi para pedagang dengan konsentrasi lokasi Tanah Abang.

    "Berdasarkan pengalaman, BTN sudah mulai menyalurkan KPR informal, salah satunya para pedagang Tanah Abang dengan mengalokasikan Rp 300 miliar tahun ini," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan perumahan Maurin Sitorus kepada Kompas.com usai acara Green Property Awards di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu malam (28/9/2016).

    Para pedagang yang dimaksud, kata Maurin, terdiri dari 2 jenis. Pertama adalah para penjaja dagangan yang memiliki kios di Tanah Abang.

    Jenis kedua adalah para pedagang yang berjualan dengan berkeliling, seperti bakso atau mie ayam.  Pekerja dengan jenis kedua ini, kata dia, lebih susah akses KPR. 

    Ia menambahkan, BTN sebelumnya juga sudah menyalurkan KPR informal, namun nilainya masih kecil.

    Menurut Maurin, para pekerja informal ini memiliki kemampuan untuk membeli. Pemerintah tengah memikirkan untuk memfasilitasi KPR informal tersebut.

    Masyarakat informal ini sulit mengakses KPR karena berisiko tinggi. Jika terjadi sesuatu, misalnya kreditur tidak bisa melanjutkan cicilan, maka bank langsung mendapat Non Performing Loan (NPL).

    "Nyawa perbankan itu di NPL, begitu NPL meningkat, dapat surat OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," jelas Maurin.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci