BTN Luncurkan Housing Index

Big Banner

Jakarta – Kebutuhan akan hunian bagi masyarakat masih sangat tinggi, satu sisi masyarakat masih sangat minim mengenai program rumah murah daan juga sistem pembiayaannya. Karena itu bank BTN memprakarasi terbentuknya BTN Housing Index dan BTN Housing Finance Center Training.

“BTN Housing Index diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi kemajuan industri properti di Indonesia dan bisa dijadikan sebagai keputusan untuk memiliki hunian yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Direktur BTN, Mansyur S. Nasution, usai meresmikan Office of BTN Housing Finance Center, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Menurutnya, persoalan perumahan di Indonesia memerlukan perhatian untuk mencarikan solusi penanganannya. Karena rumah telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia setelah pangan dan sandang.

“BTN memprakarsai terbentuknya Housing Index, yang dapat dipakai sebagai salah satu pertimbangan teknis dalam pengambilan kebijakan atau keputusan bisnis menyangkut perumahan,” kata Mansyur.

Mansyur mengatakan, BTN Housing Index (BTNHI) ini diharapkan dapat membantu pemerintah atau pengembang bahkan masyarakat terkait dengan bisnis pembiayaan perumahan. Index tentang bisnis pembiayaan perumahan secara nasional tersaji dalam BTNHI. Data yang ada sangat terukur karena potret yang dipakai adalah kredit-kredit yang disalurkan Bank BTN pada industri perumahan secara nasional.

BTNHI, kata Mansyur, dapat dimanfaatkan untuk mengetahui potensi bisnis pembangunan perumahan pada wilayah tertentu, sekaligus dapat melihat pertumbuhan harga-harga properti di daerah. Hal ini penting dalam pengambilan kebijakan terutama bagi stakeholder menyangkut program perumahan nasional.

“Kami optimis BTN Housing Index akan menjadi bagian strategis dalam pengembangan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia karena dikelola langsung dari sumbernya,” kata Mansyur.

Sebagai salah satu contoh, Mansyur menjelaskan, BTNHI untuk rumah tapak secara nasional tipe dibawah 36 meter persegi (m2) tumbuh melambat pada triwulan IV tahun 2014, setelah pada periode-periode sebelumnya mengalami kenaikan. BTNHI untuk tipe ini tercatat sebesar 118,9 atau tumbuh 3,84 persen (qoq).

Sementara untuk harga rata-rata untuk tipe rumah pada jenis ini naik 3,99 persen atau tumbuh lebih rendah dibandingkan Triwulan II dan III tahun 2014 yang masing-masing naik 8,55 persen dan 8,79 persen. Harga rata-rata untuk tipe ini tercatat sebesar Rp221,3 juta pada triwulan IV tahun 2014.

 

Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me