Meski Rupiah Anjlok, Properti di Solo Relatif Aman

Big Banner

Melemahnya Rupiah terhadap USD tidak lantas membuat pelaku properti pesimis. Hal ini ditunjukan oleh sebuah broker properti Re/Max Ventura II yang mengadakan acara pembukaan belum lama ini di kota Solo. Thomasto, S.E., M.Comm selaku prinsipal memaparkan bahwa melihat pengalaman Re/Max Ventura I di Jakarta yang sukses bersaing dengan kompetitor lain membulatkan keputusan untuk mengambil peran di Solo.

Menurut Thomas pembangunan di Solo sudah pesat selama 3 tahun terakhir. “Tadinya di Solo hanya diisi bangunan 3 lantai. Tapi sekarang sudah mulai banyak gedung-gedung tinggi. Perkembangan lainnya juga dapat dilihat dari hotel, apartemen, dan ruko-ruko,” paparnya.

Thomas menambahkan bahwa melemahnya rupiah tidak mempengaruhi kegiatan ekonomi termasuk jual beli properti di wilayah tersebut. “Disini daerah agraris masih kuat, perdagangan yang tersebarpun perdangangan lokal, sehingga tidak banyak pengaruh atas melemah atau menguatnya rupiah.”

Sedangkan untuk sektor perumahan untuk area dipinggiran kota Solo, peminatnya tidak jauh berbeda antara pasar primary dan sekendari yakni 60:40. Harga untuk perumahan juga diakui tidak terlalu tinggi. “Untuk yang luxuary terdapat cluster-cluster bernilai 1,5 M-2 M, sedangkan untuk perumahan biasa memiliki nilai antara 500 juta hingga 1 M. Sehingga di kawasan ini juga tidak ada khawatiran pada wacana pemerintah untuk menurunkan batas pengenaan pajak barang mewah.”

Editor: Ferdinand Lamak/Foto: Re/Max

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me