SAR Tawarkan Rumah Rp 400 Jutaan di Serpong

Big Banner

Serpong – PT Surya Agung Realty (SAR) meluncurkan klaster baru, Clivia di kawasan Botanica Valey, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Klaster di atas lahan 1,2 hektare (ha) ini ditawarkan dalam unit terbatas.

Promotion & Marketing Director PT Surya Agung Realti, Andreas Audyanto mengatakan, unit yang ditawarkan di klaster Clivia hanya 70 unit. Namun, saat ini NUP (nomor urut pembelian) sudah mencapai 230 lebih. Hunian yang terdiri atas tipe 42 dan tipe 69 ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 470 juta.

“Hunian saat ini lebih dari sekedar tempat keluarga tinggal maupun sarana investasi, melainkan juga tempat untuk untuk berkarya,” kata Audy, di sela peluncuran Klaster Clivia, di Serpong, Senin (20/4).

Menurut dia, harga rumah dengan kisaran Rp 500-700 juta sangat diminati. “Kami tawarkan unit-unit mewah dengan fasilitas lengkap dengan harga yang terjangkau,” kata Audy.

Tingginya minat pembeli terhadap Botanica Valley sama seperti saat peluncuran klaster sebelumnya. Pada penjualan tahap 1 sebelumnya, Botanica Valley terjual habis (100 persen sold out) dengan kompetisi NUP yang sangat ketat. Dalam satu hari, Botanica Valley pada tahap 1 tersebut habis terjual sebanyak 131 unit.

Berbagai keunggulan yang dimiliki yang membuat Botanica Valley begitu ditunggu-tunggu oleh konsumen. Perumahan seluas 6 hektar ini dikembangkan dengan komposisi 65 persen ruang terbuka hijau dan 35 persen bangunan.

Botanica Valley dilengkapi dengan CCTV dan smart home, dengan menggunakan jaringan fiber optik. Setiap pemilik rumah nantinya akan mendapat sebuah PIN pribadi untuk mengakses perangkat elektronik di rumah mereka. Oleh karenanya tidak akan terlalu banyak rumah dalam satu klaster. Perumahan ini menerapkan konsep klaster dalam klaster.

Seperti diberitakan, PT SAR sukses meluncurkan 131 unit rumah, dan langsung terjual dengan cepat dan mendapatkan rekor Muri. “Kebutuhan akan rumah dikawasan Serpong ini masih sangat tinggi, buktinya kami menjual hanya 131 unit rumah pada tahap I semuanya terjual (sold out) dalam waktu 15 menit saja, dan ini sangat luar biasa bagi kami, konsumen mempercayakan produk yang kami hasilkan diterima pasar dengan baik,” kata Audy

Menurut dia, bisnis properti jenis rumah tapak di kawasan Serpong semakin ketat. Tak hanya untuk kalangan premium, persaingan itu juga menyasar segmen menengah. Apalagi koridor barat melalui Serpong menjadi idola pengembang. Sebab, kawasan Serpong masih memiliki potensi besar, baik untuk hunian maupun industri.

Hunian Botanica Valley Serpong dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektar . Di atasnya akan dibangun sekitar 270 unit rumah yang dibagi dalam dua tahap, dengan investasi Rp 286 miliar. “Kami bangun dalam dua tahap, pada tahap pertama kami bangun 131 unit dan pada tahap kedua nanti sisanya,” kata dia.

Menurut dia, salah satu keunggulan kawasan Serpong adalah memilii akses infrastruktur yang sangat memadai. Akses tersebut menjadikan kawasan Serpong menjadi pilihan utama saat ini.

Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me