Investasi Rp 700 M, Wika Gedung Garap Apartemen di Karawang

Big Banner

Karawang – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) menggarap proyek apartemen senilai Rp 700 miliar di Karawang, Jawa Barat. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek bertajuk Tamansari Mahogany Karawang itu dilakukan akhir pekan lalu.

Direktur Utama PT Wika Karya Bangunan Gedung, Ridwan Abdul Muthalib mengatakan, proyek di Karawang merupakan kedua terbesar yang digarap pihaknya setelah proyek di Bekasi. Apartemen Karawang diluncurkan setelah melihat masih tingginya kebutuhan hunian untuk di kawasan industri. Karawang selama ini dikenal sebagai kawasan industri.

“Karawang sebagai kawasan industri yang sangat besar perlu didukung oleh sarana, seperti hunian yang nyaman dan aman serta berdekatan dengan lokasi pekerjaan,” kata Ridwan, di sela acara groundbreaking yang dibarengi dengan peluncuran proyek, di Karawang, akhir pekan lalu.

Menurut dia, dalam satu dekade terakhir industri di kawasan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, tumbuh pesat. Hal itu, katanya, selaras dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus meningkat. Ratusan perusahaan multinasional (penanaman modal asing/PMA) dengan lebih dari 500 ribu tenaga kerja asing dan lokal tersebar di dalam kawasan industri Karawang.
“Ditambah dengan rencana pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara internasional menjadikan Karawang sebagai bagian dari pertumbuhan kawasan megapolitan Jakarta,” kata dia.

Kelas Menengah

Sementara itu, Manajer Divisi Properti Wika Gedung, Vianda Mangan mengatakan, sasaran dari proyek Tamansari Mahogany adalah kelas menengah dan para pekerja di kawasan Karawang dan sekitarnya. Dia berharap warga Jakarta yang bekerja di Kawarang tidak perlu pulang pergi ke Jakarta, melainkan bisa tinggal di apartemen Tamansari Mahogany.

“Kami harap mereka yang pulang pergi Karawang-Jakarta memperhatikan kedekatan tempat tinggal dengan lokasi kerja,” katanya.

Menurut dia, belum banyak produk apartemen di Karawang hingga saat ini. Dia menilai, hunian vertikal cocok untuk pekerja industri menengah daripada biaya transport tinggi dan terkena kemacetan lalu lintas jalan.

Direktur Properti Wika Gedung, Nur Al Fata optimistis apartemen Tamansari Mahogany mendapat respons positif dari pasar. Bahkan, kata dia, pihaknya siap membangun proyek lagi jika permintaan pasar terus meningkat. “Hasil penelitian, properti yang akan turun ada di segmen menengah ke atas hingga mewah, sedangkan kami membidik segmen yang berbeda,” ujar Nur.

Dia mengatakan, peluncuran Tamansari Mahogany dalam rangka untuk memenuhi permintaan tempat tinggal yang representatif bagi para profesional yang bekerja di kawasan industri Cikarang.

Tamansari Mahogany dibangun di atas lahan seluas 2 hektare (ha). Di proyek ini kelak berdiri dua menara apartemen, satu kondominium hotel (kondotel), rumah toko (ruko), dan fasilitas komersial lainnya. Setiap menara apartemen memiliki 27 lantai dengan 794 unit apartemen, sedangkan jumlah kondotel sebanyak 250 kamar. Wika Gedung menargetkan serahterima apartemen ke konsumen pada Juni-Juli 2017.

Tipe kamar yang ditawarkan terdiri atas tipe studio dan dua bedroom (BR) berukuran 21-54 meter persegi (m2) dengan harga berkisar Rp 230 juta-500 jutaan per unit. Lokasi proyek ini dinilai sangat strategis karena hanya 500 meter dari exit tol Karawang Barat.

“Menara pertama sudah kami pasarkan sejak November 2014 dan sudah terjual sebanyak 40 persen. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan minat konsumen terhadap proyek ini. Untuk itu kami langsung melakukan groundbreaking dan pekerjaan konstruksi agar bisa diserahterimakan tepat waktu,” kata dia.

Manajer Tamansari Mahogany Bram Ibrahim menambahkan, saat ini profil pembeli di Tamansari Mahogany masih perorangan dan mayoritas dari Jakarta, Bekasi, dan kawasan Karawang. Dia berharap, dalam waktu dekat menara pertama langsung terjual seluruhnya.

Setelah itu, tambah dia, pada Agustus 2015 akan diluncurkan kondotel sebanyak 250 unit. Kemudian pada awal 2016 diluncurkan menara kedua dengan jumlah unit yang sama dengan menara pertama.

Pembangunan menara pertama ini ditargetkan bisa diserahterimakan pada medio atau Juni-Juli 2017. sedangkan total pengerjaan seluruh proyek ditargetkan selesai dalam empat tahun. Ke depan, Wika Gedung akan terus mengembangkan proyek properti Tamansari lainnya seperti di Jakarta, Surabaya, dan Bekasi.

Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com