Hadapi Persaingan Global, Desainer Indonesia Bisa Usung Budaya Lokal

JAKARTA, KOMPAS.com - Di zaman yang serba terbuka, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), desainer dari berbagai negara bisa bekerja di mana saja.Di kancah dunia, persaingan antara desainer juga terbuka ...

  • propertidata
  • 2016.10.03
  • 58

    view

  • Hadapi Persaingan Global, Desainer Indonesia Bisa Usung Budaya Lokal

    JAKARTA, KOMPAS.com - Di zaman yang serba terbuka, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), desainer dari berbagai negara bisa bekerja di mana saja.

    Di kancah dunia, persaingan antara desainer juga terbuka dan masing-masing saling menunjukkan keunggulannya. Dalam hal ini, desainer Indonesia punya potensi untuk bersaing dengan negara-negara lain.

    "Kalau negara lain saingannya sudah dengan teknologi. Jerman dan Jepang misalnya sudah memperbarui teknologinya. Kita sulit menyamai dari sisi teknologi, tapi kita punya banyak budaya," ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Desainer interior Indonesia (HDII) Rochmadi kepada Kompas.com, Kamis (29/9/2016).

    Ia mengatakan, Indonesia tidak hanya memiliki 33 provinsi. Lebih jauh lagi, Indonesia memiliki etnis dan budaya yang berbeda-beda.

    Potensi ini, tidak akan ada habisnya untuk digali para desainer interior untuk ide desain dan dijadikan ikon.

    Selama ini, banyak desainer yang mengikuti turnamen desain mengangkat budaya-budaya yang sebenarnya tidak baru di Indonesia, namun unik di mata dunia.

    Untuk itu, Rochmadi mengingatkan kepada desainer dan calon-calon desainer untuk tidak pantang menyerah menghadapi asing.

    "Kadang-kadang kita sudah ciut duluan lihat teknologi dari negara lain," sebut Rochmadi.

    Ia menambahkan, Indonesia memiliki daerah-daerah dengan ragam ornamen yang sangat banyak. Kemudian, ornamen ini bisa dikombinasikan dengan teknologi yang lebih modern.

    Misalnya, desainer mengaplikasikan ornamen batik pada peralatan dari besi tahan karat atau stainless steel.

    "Indonesia ini lebih unik. Jepang atau China mungkin punya bambu, tapi di kita juga ada rumpun-rumpun bambu yang mereka tidak punya," tandas Rochmadi.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci