Lippo Tunjuk NKE sebagai Kontraktor Utama Holland Village

Big Banner

Jakarta – Perusahaan pengembang properti terintegrasi dan terbesar di Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (Lippo Karawaci), secara resmi menunjuk PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (Nusa Konstruksi Enjiniring/NKE) sebagai kontraktor utama pembangunan struktur kawasan terpadu Holland Village, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

CEO Lippo Homes – Lippo Karawaci, Ivan Setiawan Budiono, mengatakan, penunjukan ini erat kaitannya dengan kompetensi dan keahlian Nusa Konstruksi Enjiniring sebagai salah satu kontraktor terkemuka dan telah memiliki reputasi yang diakui secara meluas di industri properti Indonesia.

“Pengembangan Holland Village sebagai kawasan terpadu yang terbesar di kawasan Cempaka Putih, memang membutuhkan sentuhan langsung dari ahlinya. Sebab, Lippo Karawaci sejak awal, berkomitmen untuk menghadirkan sebuah proyek mixed used superblock development yang memiliki standar kualitas internasional dan sesuai dengan gaya hidup modern di wilayah Jakarta Pusat,” ungkap Ivan di Jakarta, Rabu (22/4).

“Lebih dari itu, dengan reputasi yang dimilikinya sebagai salah satu kontraktor terkemuka di industri properti Indonesia, Nusa Konstruksi Enjiniring diharapkan bisa mewujudkan konsep Urban Central Living yang menjadi konsep pengembangan Holland Village,” tambahnya.

“Kami merasa bangga dipercaya oleh Lippo Karawaci yang merupakan pengembang properti terintegrasi dan terbesar di Indonesia untuk mengerjakan secara keseluruhan struktur utama Holland Village. Kami memiliki pengalaman mengerjakan proyek-proyek besar, seperti Indonesia Stock Exchange Building,” jelas Joep Hillegers, Direktur Nusa Konstruksi Enjiniring.

Seperti diketahui, pengembangan Holland Village menyusul kesuksesan pembangunan Kemang Village (Kemang, Jakarta Selatan) dan The St. Moritz Penthouse & Residences yang berlokasi di Puri Indah, CBD Jakarta Barat. Dan, sampai saat ini, Holland Village merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu yang terbesar di kawasan Cempaka Putih.

Kawasan terpadu Holland Village hadir sebagai jawaban untuk kebutuhan gaya hidup modern masyarakat Jakarta, khususnya Cempaka Putih, Kelapa Gading dan sekitarnya, sekaligus menjadi sarana investasi prospektif bagi para investor yang menginginkan nilai tambah di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, disadari sangat sulit untuk mencari sarana investasi prospektif yang dibangun di kawasan Jakarta Pusat, seperti halnya proyek mixed used superblock development Holland Village.

Kawasan terpadu yang dirancang oleh DP Architects (Singapura) ini, memiliki 9 in 1 integrated concept, yaitu:

1. Luxurious Apartment Residence
2. Office Tower Grade A
3. Hotel
4. Shopping Mall
5. Dining & Entertainment Area
6. World Class Healthcare provider by Siloam Hospitals
7. School by Pelita Harapan Foundation
8. Green Lush Garden
9. Grand Ballroom dan helipad for Travel in Style

Saat peluncuran perdananya digelar beberapa waktu lalu, 240 unit menara apartemen Holland Village yang dijual dengan rentang harga Rp 1,5 miliar hingga Rp 4,5 miliar per unit, habis terjual dalam tempo tiga jam yang menempatkannya sebagai salah satu event pemasaran produk properti tersukses di Indonesia.

Sementara itu, Lippo Tower Holland Village, menara kantor strata title grade A seluas 26,000 meter persegi yang dibangun di dalam kawasan terpadu tersebut, mengalami kelebihan permintaan sebesar 130 persen.

Joe Christian, Chief Marketing Officer Holland Village, menambahkan, Holland Village adalah kawasan terpadu unggul di Jakarta, karena rencana pembangunan cloverleaf bridge Cempaka Putih yang bertujuan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat Jakarta, otomatis membuat Holland Village sangat mudah dikunjungi dari berbagai arah.

Sebaliknya, bagi penghuni dan pengunjung Holland Village, dipastikan memiliki banyak pilihan akses menuju ke berbagai arah. “Kondisi seperti ini sangat sulit ditemukan di proyek lain yang dibangun di Jakarta Pusat,” tegas Joe Christian.

Lippo Karawaci adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah asset dan pendapatan, diperkuat dengan landbank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat.

Divisi usahanya meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management.

Lippo Karawaci tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 31,5 triliun atau US$ 2,4 miliar per 20 April 2015.

Feriawan Hidayat/YUD

beritasatu.com