Pengeboran Terowongan MRT Sudah 5 Km

Housing-Estate.com, Jakarta - Pengerboran terowongan MRT (mass rapit transit) berjalan cukup cepat dan sesuai dengan rencana. Secara keseluruhan progres proyek transportasi massal dari Lebak Bulus-Bundaran ...

  • propertidata
  • 2016.10.03
  • 272

    view

  • Pengeboran Terowongan MRT Sudah 5 Km

    Housing-Estate.com, Jakarta - Pengerboran terowongan MRT (mass rapit transit) berjalan cukup cepat dan sesuai dengan rencana. Secara keseluruhan progres proyek transportasi massal dari Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) itu telah sudah lebih dari 65 persen. Pengeboran bawah tanah (underground) di kedalaman 6 meter saat ini sudah sejauh 5 km dari arah selatan-utara dan sebaliknya.

    Terowongan MRT

    Pengeboran dijalankan dengan empat mesin, dua mesin bor dioperasikan akhir tahun lalu, dua lainnya awal tahun ini. Dua mesin bor pertama yang dioperasikan (September dan November 2015) adalah Antareja dan Antareja II.  “Bor Antareja sudah mengebor terowongan sejauh 2 km, sedangkan bor Antareja II sudah mengebor sepanjang hampir 2 km. Dua mesin bor ini tengah melakukan pengeboran dari Istora Senayan hingga Bendungan Hilir (Benhil),” ujar Direktur Operasional PT MRT Jakarta M.Nasyir, ujarnya dilakukan peninjauan oleh Presiden Joko Widodo, akhir pekan lalu.

    Dua mesin bor lainnya, Mustikabumi dan Mustikabumi II, dioperasikan dari titik Bundaran HI sejak Februari 2016. Bor Mustikabumi sudah mengebor terowongan sepanjang 717 meter, sementara Mustikabumi II mengebor 685,5 meter. Kedua  mesin bor ini melakukan pengeboran ke arah selatan dan saat ini sudah menembus ke Stasiun Dukuh Atas. Keduanya  mengebor hingga berakhir di Stasiun Setiabudi.

    Nasyir mengatakan pelaksanaan proyek ini masih menghadapi sejumlah di lapangan. Yaitu kendala di pembabasan lahan di kawasan Jl RS Fatmawati dan Haji Nawi.  Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menjanjikan masalah ini bisa beres akhir tahun ini. “Kita sudah tawarkan harga di atas NJOP (nilai jual obyek pajak), dan ini harus dipercepat untuk mengejar target operasional jalur bawah tanah pada awal 2019. Kalau ini sudah beroperasi ditambah dengan penerapan electronic road pricing (ERP) kemacetan Jakarta bisa berkurang 60 persen,” imbuh Nasyir.

    housing-estate.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci