Apartemen Paling Terpukul Bila PPnBM Diterapkan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Wacana pengenaan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) pada properti senilai Rp2 miliar (luas 150 m2) ke atas dari sebelumnya Rp10 miliar (300 m2) akan berdampak langsung pada pasar properti kelas menengah. Properti seharga Rp2 miliar saat ini tidak bisa dikategorikan sebagai barang mewah karena semua komponen property (tanah dan bangunan) harganya sudah naik cukup tinggi. Karena itu bila aturan ini diterapkan efeknya akan langsung terasa pada segmen menengah yang cukup sensitif pada harga.

apartemen taman anggrek apartemen di jakarta

Ilustrasi

“Kalau ini diterapkan akan berdampak pada suplai apartemen sebanyak 68 ribu atau 40 persen dari yang ditawarkan.  Konsumen akan berpikir ulang untuk membeli apartemen sehingga efeknya malah akan semakin memperlemah pasar yang kondisinya sudah melemah,” ujar Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield, saat paparan market property overview Q1 2015 di Jakarta, Selasa (21/4).

Saat ini pajak properti yang dibebankan kepada konsumen mencakup PPN 10 persen, BPHTB 5 persen, dan biaya notaris 1,5 persen, sehingga totalnya mencapai 16,5 persen  dari harga rumah. Bila ditambah dengan PPnBM sebesar 20 persen, maka total pajak yang harus dibayarkan sebesar 36,5 persen.

“Kalau ini diterapkan bisa saja developer jadi membangun properti di bawah harga Rp2 miliar. Tapi untuk Jakarta dengan harga lahan yang sudah mahal sangat sulit untuk dikembangkan apartemen murah. Kalapun dipaksakan akan setinggi apa apartemennya dan ukurannya akan sangat kecil, ujungnya malah jadi masalah baru untuk kawasan, misalnya soal  parkir,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me