Menyusul Rumah Kelas Atas, Rumah Kecil Juga Jatuh

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar residensial secara umum mengalami pelambatan. Bukan hanya rumah menengah atas, hunian mungil 70 m2 ke bawah yang sebelumnya stabil ikut-ikutan jatuh. Menurut R. Mahelan Prabantarikso, Kepala Divisi Strategic & Performance Management

Division Bank BTN, pada triwulan teralhir 2014 rumah mungil hingga tipe 36 m2 secara nasional hanya tumbuh 3,8 persen, turun dibanding triwulan sebelumnya sebesar 8,2 persen.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pada kuartal pertama 2015 harga rata-rata rumah tipe ini juga naik tipis 3,9 persen, lebih rendah dibandingkan kuartal ketiga 2014 yang mencapai 8,5 persen. “Untuk harga rata-rata rumah tipe ini hingga kuartal terakhir 2014 mencapai Rp221,3 juta dengan harga terendah di Gorontalo (Rp95,9 juta) dan tertinggi di Jakarta (Rp499,1 juta),” ujar Mahelan saat pemaparan BTN Housing Index (BTNHI) di Jakarta, awal pekan ini.

BTN Housing Index (BTNHI) diolah BTN berdasar realisasi KPR dari seluruh Kantor Cabang BTN di seluruh Indonesia. Mayoritas rumah yang dibiayai bank tersebut tipe 70 m2 ke bawah.  BTN Housing Index  dibagi dalam tiga segmen, yaitu 22- 36 m2, 37-45 m2, dan 46-70 m2. “Indeks harga yang kami susun dihitung berdasarkan harga rumah dan volume pembelian. Secara umum dari sisi harga masih mengalami kenaikan hanya pertumbuhannya melambat,” imbuhnya.

Rumah tipe 37-45 m2 juga tumbuh melambat sebesar 4,19 persen dibandingkan kuartal sebelumnya 10,7 persen. Harga rumah tipe ini rata-rata naik 3,2 persen, lebih lambat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 11,9 persen. Untuk tipe rumah 46-70 m2 kondisinya lebih baik, tumbuh 5,8 persen (kuartal I 2015), naik 1,65 persen dari kuartal keempat 2014 sebesar 4,1 persen.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me