2017, Anggaran Pembiayaan Perumahan Rp 15,6 Triliun

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, anggaran pembiayaan perumahan untuk 2017 sebesar Rp 15,6 triliun. Anggaran itu naik dari tahun 2016 yang Rp 12,4 triliun.Direktur ...

  • propertidata
  • 2016.10.04
  • 365

    view

  • 2017, Anggaran Pembiayaan Perumahan Rp 15,6 Triliun

     

    JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, anggaran pembiayaan perumahan untuk 2017 sebesar Rp 15,6 triliun. Anggaran itu naik dari tahun 2016 yang Rp 12,4 triliun.

    Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, mengatakan, anggaran tersebut difokuskan pada subsidi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Caranya, melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Dukungan anggaran itu diharapkan mendorong pencapaian target program pembangunan sejuta rumah.

    "Dalam pagu indikatif, pembiayaan perumahan untuk tahun depan Rp 15,6 triliun,” tegas dia, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/10).

    Dana itu mencakup untuk FLPP Rp 9,7 triliun atau naik dari tahun ini Rp 9,2 triliun. Lalu SSB Rp 3,2 triliun atau naik dari 2016 sebesar Rp 2,2 triliun, dan subsidi uang muka Rp 1,2 triliun.

    Subsidi tersebut mampu membangun 375.000 rumah umum (rumah tapak dan rusunami) melalui KPR FLPP. Lalu, bantuan uang muka untuk MBR 124.250 unit. Selain itu, pembangunan infrastruktur di 1.431 hektare permukiman kumuh dan pembangunan kawasan perbatasan di 9 pos lintas batas negara.

    Untuk pembangunan rusun bagi MBR sebanyak 11.400 unit. Lalu, pembangunan rumah khusus penanganan pasca bencana dan di perbatasan 1.900 unit. Sedangkan pembangunan rumah swadaya 109.500 unit.

    Dia menjelaskan, pihaknya kini merancang bantuan pembiayaan berdasar tabungan dengan jangka waktu berkisar 6-12 bulan. Pemerintah memberi pinjaman uang muka berbunga rendah sebesar 20% dari harga rumah. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat pekerja informal. Tahap awal, ditargetkan 5.000 rumah yang menyasar pekerja informal. "Program ini rencananya dilaksanakan pada 2017 di beberapa wilayah sebagai pilot project," katanya.



    Laila Ramdhini/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci