Indonesia Kekurangan Tenaga Terampil Sektor Konstruksi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sektor konstruksi punya kontribusi signifikan dalam menggerakkan roda pembangunan. Sektor ini menyumbang 10 persen produk domestik bruto (PDB) nasional. Ini terlihat dari besarnya nilai investasi yang tertanam di sektor ini. Tahun 2015 saja investasi di sektor konstruksi mencapai Rp500 triliun. Pertumbuhan nilai proyeknya juga cukup besar 21 persen.

pembangunan gedung apartemen

Ilustrasi

Menurut Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Hediyanto W. Husaini, pertumbuhan nilai proyek konstruksi mencapai 21 persen. “Tapi pertumbuhan sektor konstruksi yang cukup tinggi  tidak diimbangi pertumbuhan tenaga kerja di sektor ini yang hanya enam persen,”  ujar Hediyanto di Kantor Kemenpupera, Jakarta, Selasa (21/4).

Hediyanto menyebutkan, Jakarta merupakan kota dengan pertumbuhan pasar konstruksi tertinggi di ASEAN. Karena itu potensi keuntungan usaha jasa konstruksi di Jakarta juga yang terbesar di ASEAN. Masalahnya ada yang cukup lebar antara pertumbuhan industrinya dengan pekerja profesionalnya.

Kurangnya tenaga professional di sektor konstruksi tersebut jadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi. Sebab, akhir tahun ini berlakunya pasar bebas ASEAN atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Selain untuk memenuhi tuntutan pembangunan industri konstruksi nasional juga untuk menghadapi persaingan global. Kalau tidak industry konstruksi Indonesia yang kontribusinya 67 terhadap pasar konstruksi ASEAN akan diisi tenaga asing.

Pemerintah sudah melakukan pembinaan terhadap pelaku jasa konstruksi dengan berbasis kewilayahan. Kebutuhan sumber dayanya dipetakan berdasarkan besaran nilai infrastruktur pada setiap wilayah. Menurut Hediyanto, untuk mendukung pembangunan sektor konstruksi tahun 2015  senilai Rp500 triliun setidaknya dibutuhkan penambahan tenaga terampil sebanyak 73 ribu orang.

“Jadi, hingga beberapa tahun ke depan kita butuh tenaga ahli mencapai 500 ribu orang. Makanya kita harus bekerja keras mencetak tenaga terampil dalam waktu singkat, kalau tidak terpaksa potensi ini diambil asing,” tandas Hediyanto.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me