PUPR: Solusi atasi Problem Sosial di Perkotaan adalah Rumah Layak

Bisnis.com, JAKARTA - Solusi guna mengatasi permasalahan sosial di kawasan perkotaan adalah dengan memenuhi kebutuhan rumah layak bagi seluruh anggota masyarakat yang semakin lama semakin bertambah jumlahnya ...

  • propertidata
  • 2016.10.04
  • 704

    view

  • PUPR: Solusi atasi Problem Sosial di Perkotaan adalah Rumah Layak

    Bisnis.com, JAKARTA - Solusi guna mengatasi permasalahan sosial di kawasan perkotaan adalah dengan memenuhi kebutuhan rumah layak bagi seluruh anggota masyarakat yang semakin lama semakin bertambah jumlahnya dari waktu ke waktu.

    "Tidak mungkin kita menyelesaikan masalah sosial bila warga tidak mampu memenuhi rumah yang layak," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/10/2016).

    Syarif Burhanuddin juga mengingatkan pada 2015 kurang lebih 53,3% dari penduduk di Indonesia sudah terurbanisasi atau tinggal di wilayah kota.

    Hal itu, ujar dia, juga berdampak kepada meningkatnya kebutuhan akan perumahan di perkotaan, sementara permasalahannya, jumlah tanah di kota relatif selalu tetap.

    "Di kota-kota yang diserbu kaum urban tidak ada jalan lain mengoptimalkan dengan hunian vertikal," katanya.

    Dia juga mengemukakan untuk kawasan rumah-rumah kumuh sekalipun, ke depannya juga akan diberikan solusi dengan bangunan vertikal.

    Berdasarkan data PUPR, kawasan pemukiman kumuh yang ada di Indonesia yaitu seluas 38.431 hektare, terdiri atas 23.473 hektare di wilayah perkotaan dan 11.957 hektare di wilayah pedesaaan.

    Khusus untuk kota, Direktorat Jenderal Cipta Karya telah melaksanakan berbagai program antara lain sinrgi penyusunan perencanaan penanganan kumuh dengan pemda.

    Sinergi itu antara lain dalam bentuk Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan di 93 kabupaten/kota.

    Dalam meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran pemda dalam percepatan penanganan kawasan tumuh adalah melalui program Kotaku.

    Kotaku adalah program yang dilaksanakan di 34 provinsi yang tersebar di 269 kabupaten/kota pada 11.067 kelurahan/desa.

    Pada 2015, progam Kotaku menangani 1.738 kelurahan/desa untuk peningkatan kualitas permukiman berbasis masyarakat dengan dana sebesar Rp692 miliar, dan percontohan pengembangan ekonomi lokal di 15 kabupaten/kota dengan nilai sebeasr Rp22,5 miliar dan di 845 kelurahan/desa sebesar Rp33,8 miliar.

    Untuk 2016, dilakukan penanganan kualitas pemuiman pada 813 kelurahan/desa dengan dana sebesar Rp114 miliar dan sebesar Rp7,5 miliar untuk pengembangan ekonomi lokal di 15 kabupaten/kota.

    properti.bisnis.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci