Ini Analisis Komposisi Hunian Berimbang yang Dibangun di Maja

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain infrastruktur, pengembangan Kota Baru Publik Maja juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)."Kota baru ini prinsipnya kan ...

  • propertidata
  • 2016.10.04
  • 299

    view

  • Ini Analisis Komposisi Hunian Berimbang yang Dibangun di Maja

    JAKARTA, KOMPAS.com - Selain infrastruktur, pengembangan Kota Baru Publik Maja juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    "Kota baru ini prinsipnya kan juga dikembangkan sama MBR yang rela bersusah-susah masuk ke daerah kosong dan kemudian mengisinya," kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) Banten Soelaeman Soemawinata, kepada Kompas.com, pekan lalu.

    Himbauan tersebut mendapat tanggapan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR).

    Berdasarkan data BPIW, luas Kota Baru Publik Maja diperkirakan mencapai 18.276 hektar dengan alokasi kawasan perkotaannya seluas 11.501 hektar.

    Dari alokasi tersebut, 35 persennya atau sekitar 4.025 hektar akan digunakan untuk perumahan dengan rincian 80 persen atau 3.220 hektar baru dan 20 persen atau sekitar 805 hektar merupakan perumahan yang sudah terbangun.

    Sementara sisanya, yakni 15 persen untuk fasilitas khusus dan fasilitas umum, 30 persen ruang terbuka hijau, dan 20 persen untuk jalan.

    Adapun jumlah total penduduk Maja yang direncanakan oleh BPIW mencapai angka 1.152.008 jiwa dengan 609.769 di antaranya merupakan MBR.

    "Oleh karena itu, nantinya skema pengadaan rumah di Maja ini adalah rumah tapak 90 persen dengan konsep 1:2:3 dan rumah susun 10 persen dengan konsep 1:2:3 juga," kata Kepala BPIW Rido Matari Ichwan, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Senin (3/10/2016).

    Konsep 1:2:3 merupakan hunian berimbang. Dalam membangun satu rumah mewah, pengembang diwajibkan mengimbanginya dengan membangun dua rumah menengah dan tiga rumah sederhana bagi MBR.

    Lebih lanjut Rido menjelaskan, dengan konsep tersebut rumah tapak yang dibangun untuk kelas mewah adalah sebanyak 35.518 unit, diikuti 71.036 unit rumah untuk kelas menengah, dan 106.553 unit rumah untuk MBR.

    Sedangkan untuk konsep 1:2:3 pada rumah susun (rusun), analisis BPIW menunjukkan akan ada 5.367 unit rusun mewah, 10.734 unit rusun menengah, dan 45.889 rusun MBR.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci