Kenari Mas Kini Bergaya Mal

Big Banner

Jakarta – Kawasan Kenari, Jakarta Pusat, telah sejak lama dikenal sebagai kawasan pusat perdagangan alat listrik dan alat kebutuhan rumah tangga, hingga kunci dan handle pintu. Salah satu tempat yang menjadi buruan masyarakat untuk memburu alat-alat tersebut adalah Kenari Mas. Kini, pusat perdagangan tersebut memiliki wajah baru dan berganti nama menjadi Plaza Kenari Mas.

Marketing Manager Plaza Kenari Mas Michael Wijaya mengatakan setelah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengakuisisi dari PT Caturmas Karsaudara, pihaknya telah melakukan renovasi atau peremajaan gedung. Mulai interior dengan gaya dan tampilan baru yang lebih eksklusif nan modern, hingga menghadirkan foodcourt. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pedagang maupun pengunjung.

“Jika dulu orang mengenal Kenari Mas sebagai pasar yang panas, kini lokasi tersebut telah menjadi mal atau lifestyle category center yang nyaman untuk berbelanja perlengkapan rumah atau kantor,” ungkap Michael di sela media gathering di Jakarta, Kamis (23/4).

Menurut Michael, saat ini progres renovasi telah mencapai 90 persen. Sedangkan penyelesainnya ditargetkan pada Agustus mendatang. Meski tengah renovasi, saat ini tingkat okupansi dari penjual telah mencapai 75 persen. Bahkan, beberapa dari penjual tersebut merupakan tenan-tenan besar seperti Philips, Panasonic, Krisbow, Ariston, dan masih banyak lainnya. Di lokasinya juga terkenal sebagai ikon tempat orang berbelanja lampu hias dengan harga murah. Ia mencontohkan apabila lampu hias di mal sekisar Rp 25-100 juta, ditempatnya harganya ditawarkan 50 persen dari mal.

“Hal tersebut karena pihak penjual di tempatnya merupakan para importir atau distributornya langsung,” jelas dia.

Dengan berbagai renovasi tersebut, Michael optimistis pihaknya akan mencatat lalu lintas pengunjung hingga di atas 10 ribu orang per harinya. Angka tersebut meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan angka lalu lintas pengunjung sebelum diakusisi oleh pihaknya yang hanya mencapai 1.000 orang perharinya. Bahkan, jika sebelum diakuisisi pihaknya mencatat pengunjung lokasi tersebut hanyalah didominasi suplier atau arsitek. Sedangkan end user hanya sebesar 25 persen. Untuk itu, ia pun optimistis pada Agustus mendatang pihaknya akan mampu mendatangkan 50:50 antara end user dengan suplier atau arsitek.

Hal tersebut, lanjut dia, ditambah lagi akan hadirnya sebuah konsep baru yang pertama di Indonesia, yaitu Kios Zona Pintar. Di lokasi tersebut, akan dilengkapi dengan simulator bedroom, reception, office, living room, dan children playground. Simulator tersebut bertujuan untuk memudahkan para pengunjung dalam pemilihan dan pembelian kebutuhan yang diperlukan untuk merenovasi rumah, membangun rumah, atau kantor baru. 

Investor Daily

Indah Handayani/FMB

Investor Daily

beritasatu.com