Pajak Apartemen Mewah Diterapkan, Kelas Menengah Akan Terpukul :: Okezone Economy

Big Banner

JAKARTA – Wacana pengenaan pajak tambahan sebesar 20 persen untuk apartemen mewah dengan harga di atas Rp2 miliar dan luas di atas 150 meter persegi dianggap tidak tepat. Kelas menengah diprediksi akan paling merasakan dampak dari kebijakan ini dan membuat pasar apartemen dan kondominium melambat.

“Saat ini, hunian vertikal seperti apartemen dan kondominium di kota besar seperti Jakarta menjadi tren akibat landed house yang semakin tidak terjangkau harganya. Makanya, semakin banyak di bangun kondominium untuk kelas menengah. Rencana penerapan pajak itu tentu akan banyak kena ke kelas itu. Tidak hanya di Jakarta, tapi Jabodetabek juga,” kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Selain itu, lanjut Arief, berdasarkan survei yang dilakukan AC Nielsen, 50 persen penduduk Jabodetabek adalah kelas menengah. Itulah alasan mengapa kelas ini akan paling terkena dampak akibat aturan ini.

Selain itu, dirinya juga memaparkan alasan mengapa penerapan pajak apartemen mewah ini tidak tepat. Di antaranya adalah akan mengganggu pertumbuhan industri properti di Indonesia, hingga objek pajak dirasa kurang tepat.

“Tanpa aturan ini pun market juga sudah turun. Sales rate kondominium turun,” katanya.

Di sisi lain, dirinya juga menganggap objek pajak untuk apartemen Rp2 miliar dirasa kurang pas. Pasalnya, apartemen seharga Rp2 miliar di Jakarta bukanlah kategori mewah.

“Kondominium Rp2 miliar itu bukan produk luxury. Sepeti kita tahu kalau apartemen luxury itu memiliki fasilitas tambahan yang tidak dimiliki apartemen middle,” ujarnya.

(rzk)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me