Pemerintah Rencanakan Rusunawa di Cawang dan Kebon Baru

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah merencanakan penanganan kawasan kumuh perkotaan dengan membuat rancang desain sebagai program pembangunan rumah susun sederhana ...

  • propertidata
  • 2016.10.05
  • 737

    view

  • Pemerintah Rencanakan Rusunawa di Cawang dan Kebon Baru

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah merencanakan penanganan kawasan kumuh perkotaan dengan membuat rancang desain sebagai program pembangunan rumah susun sederhana sewa di koridor Cawang dan Kebon Baru, Jakarta Timur.

    Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rido Matari Ichwan mengatakan di Cawang, pemerintah memiliki luas area 14,56 hektare. Dengan luasan tersebut pihaknya merencanakan pembangunan 11 menara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) setinggi 24 lantai.

    "Perhitungan kami KDB (koefisien dasar bangunan) 23% dan KLB (koefisien lantai bangunan) 4,8 untuk setiap tipe 36 meter persegi dengan kapasitas hunian 6.735," katanya di Jakarta, Selasa (4/10/2016).

    Rido mengatakan pemerintah menargetkan penduduk 26.940 jiwa dengan asumsi 1 kepala keluarga terdiri dari empat orang untuk menghuni rusunawa cawang tersebut. Sementara target kepadatan penduduk di wilayah Cawang sebesar 1.850 jiwa per hekate.

    Pemerintah mengestimasikan dana yang dibbutuhkan untuk pengembangan rusunawa Cawang sebesar Rp2,9 triliun.

    Sementara itu, rusunawa Kebon Baru direncanakan akan berdiri di atas lahan seluas 2,82 hektare. Di dalamnya pemerintah akan membangun tujuh menara setinggi 16 – 24 lantai. "Di Kebon Baru KDB maksimal 21% dan KLB 3,7 untuk setiap tipe 36 m2 dengan kapasitas hunian 2.488 unit," katanya.

    Dengan asumsi yang sama setiap keluarga terdiri dari empat jiwa maka rusunawa Kebon Baru diharapkan dapat dihuni 9.952 jiwa. Target kepadatan penduduk 2.427 jiwa per hektare dengan estimasi dana yang dibutuhkan sebesar Rp1,5 triliun.

    Rido mengatakan pembangunan keduanya direncanakn usai proyek Wisma Atlet Kemayoran yang saat ini sudah mencaai 15% atau penyelesaian lantai ketiga. Proyek tersebut memiliki total kontrak untuk pembangunan senilai Rp3,5 triliun dengan perjanjian kerja selama 510 hari mulai 17 Maret 2016 lalu sampai 18 Agustus 2017.

    Wisma Atlet tersebut akan terdiri dari 10 menara dengan total 7.424 unit hunian dan tiga tipe yang berisi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan tempat jemur. Rusunawa yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektare ini merupakan aset milik negara atas nama Menteri Sekretaris Negara yang akan terbagi dalam dua kawasan blok C-2 dan blok D-10.

    Setiap menara yang dibangun akan memiliki jumlah lantai yang berbeda, seperti di Blok C2-1 akan dibangun 18 lantai, C2-2 24 lantai dan C2-3 18 lantai. Kemudian untuk menara D10-1 terdiri dari 24 lantai, D10-2 32 lantai, D10-3 24 lantai, D10-4 32 lantai, D10-5 32 lantai, D10-6 24 lantai dan D10-7 32 lantai.

    Pembangunan gedung ini dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana Wika-Cakra KSO dan Abipraya-Indulexco KSO untuk Blok C2. Kemudian untuk D10 adalah Adhi-Jaya Konstruksi-Penta dan PT Waskita Karya (Persero). Lalu Konsultan Manajemen Konstruksi untuk C2 adalah PT Yodya Karya dan untuk D10 adalah PT Bina Karya, PT Deta Decon dan PT Ciriajasa Cipta Mandiri.

    properti.bisnis.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci