"Sekaranglah, Saat yang Tepat Beli Properti"

JAKARTA, KOMPAs.com -Ini adalah masa-masabuyer's marketatautenant's market,sebuah kondisi pasar yang menempatkan pembeli atau penyewa pada posisi tawar lebih tinggi.Pembeli bisa melakukan negosiasi harga ...

  • propertidata
  • 2016.10.05
  • 341

    view

  • "Sekaranglah, Saat yang Tepat Beli Properti"

    JAKARTA, KOMPAs.com - Ini adalah masa-masa buyer's market atau tenant's market, sebuah kondisi pasar yang menempatkan pembeli atau penyewa pada posisi tawar lebih tinggi. 

    Pembeli bisa melakukan negosiasi harga serendah mungkin hingga tercapai kesepakatan yang diinginkan.

    Hal tersebut dimungkinkan karena saat ini pasokan properti, terutama untuk ruang perkantoran, dan apartemen menunjukkan fenomena kelebihan pasokan (over supply) sementara tingkat permintaan terus melemah.

    Tak mengherankan jika tingkat serapan dan penjualan tidak semoncer saat-saat ledakan properti terjadi pada kurun 2010-2013 silam. 

    Untuk sektor perkantoran, Jakarta sebagai benchmark pasar properti Indonesia, akan menambah ruang perkantoran seluas 555.181 meter persegi hingga akhir 2016 nanti. Sebanyak 63,2 persen di antaranya dikontribusi gedung perkantoran di CBD Jakarta.

    Sementara pasokan baru melonjak, tidak demikian halnya dengan tingkat okupansi. Dalam catatan Colliers Internasional Indonesia, tingkat hunian terus mengalami penurunan menjadi 85,4 persen per kuartal III-2016.

    Tentu saja penurunan tersebut berdampak pada harga sewa yang terus tertekan. Secara triwulanan saja penurunan harga sewa sebesar 4,8 persen menjadi rata-rata  Rp 329.448 per meter persegi per bulan.

    Sementara penjualan apartemen, menurut data yang dilansir JLL Indonesia, anjlok 10 persen pada kuartal III-2016 menjadi 70 persen dari total sekitar 32.000 unit dibanding periode yang sama tahun 2015 lalu.

    Meski anjlok, menurut Head of Residential JLL Luke Rowe, catatan tersebut masih terbilang wajar dan sehat ketimbang pasar properti manapun. 

    "Meski permintaan melemah, harga apartemen sepertinya tidak akan jatuh. Sebaliknya, harga akan flat," imbuh Luke di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

    Untuk diketahui, harga apartemen mewah saat ini berada pada posisi rata-rata Rp 59 juta per meter persegi.

    Sementara harga apartemen kelas atas-atas sekitar Rp 44 juta per meter persegi, kelas atas Rp 37 juta per meter persegi, kelas menengah Rp 30 juta per meter persegi dan kelas menengah bawah sekitar Rp 15 juta per meter persegi.

    Catatan harga tersebut relatif tidak berubah jika dibandingkan dengan posisi pada kuartal III-2015 lalu. 

    "Jadi, sekaranglah saat yang tepat untuk membeli properti," ujar Senior Associate Director Office Services Colliers International Indonesia Ricky Tarore.

    Ricky beralasan, pengembang gencar memberikan penawaran menarik seperti diskon harga, kemudahan pembayaran, dan juga fasilitas-fasilitas lainnya yang bisa dipilih konsumen.

    Nah, ketika berbagai kebijakan untuk mendukung kebangkitan sektor properti mulai bekerja dengan baik, perlahan tapi pasti harga akan merangkak naik.

    "Kebijakan tersebut berupa relaksasi LTV 85 persen, suku bunga acuan yang sudah berada pada level 5,25 persen, kemudahan perizinan, pajak yang rendah serta terakhir adalah amnesti pajak," kata Ricky.

    Harga akan kembali merangkak naik, imbuh dia, sekitar semester II-2017, seiring bergairah kembali pasar akibat perbaikan daya beli dan kemampuan likuiditas pengembang membangun properti.

     

     

     

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci