Konsumen Wait & See, Penjualan Properti Awal 2015 Jeblok

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Hingga berakhirnya triwulan pertama 2015 kondisi pasar perumahan tidak kunjung membaik. Bahkan secara umum situasinya semakin buruk. Tidak sedikit pengembang dan perumahan hanya meraih penjualan di bawah 50 persen dari target. Bahkan pengembang besar seperti Agung Podomoro Land Tbk (APL) penjualannya terjun bebas.

Ilustrasi : Perumahan BSD City

Ilustrasi : Perumahan BSD City

Menurut Sekretaris Perusahaan APL, Justini Omas,  pada kuartal pertama 2015 APL hanya meraih marketing sales Rp939,7 miliar. Padahal periode sama tahun lalu penjualannya Rp1,82 triliun, turun 94 persen. “Pasar masih sepi sebagai kelanjutan pasar properti yang melambat sejak tahun lalu,” ujar Justini dalam siaran pers yang dierima housing-estate di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Beberapa township di Serpong, Tangerang, Bekasi, dan perumahan skala besar di Cakung, Jakarta Timur, kinerjanya tidak berbeda jauh. Demikian juga di Kalimantan Timur yang menjadi salah satu barometer perkembangan property di luar Jawa. Menurut Dudud Manohara, Manager Realty PT Wika Realty, saat ini banyak konsumen memilih menahan diri berbelanja properti karena kekhawatiran terhadap keadaan perekonomian nasional.

Nilai tukar rupiah yang terus bergejolak naik turun menjadi salah satu  pertimbangan konsumen menunda beli properti. Wacana pemerintah menerapkan pajak barang mewah terhadap properti senilai Rp2 miliar ke atas juga salah satu faktor penyebab melempemnya penjualan rumah. Dudud mengatakan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, cukup banyak perumahan yang penjualannya jauh di bawah target yang ditetapkan.

BSD City

Namun di tengah melemahnya pasar properti itu PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk atau Sinar Mas Land mencatat penjualan mengesankan. Pada kuartal pertama 2015 BSD mencatat marketing sales Rp2,2 triliun. BSD City (6.000 ha), Serpong, memberi kontribusi paling besar 87 persen atau Rp1,94 triliun.  “Pendapatan sebesar itu berasal dari penjualan residensial, komersial, strata title dan kavling tanah,”  ujar Sekretaris Perusahaan BSD, Hermawan Wijaya, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4).

Tapi proyek-proyek Sinar Mas Land di luar BSD City penjualannya tidak sebagus induknya. Grand Wisata Bekasi dan Legenda Wisata masing-masing berkontribusi Rp66 miliar (3 persen) dan Rp44 miliar ( 2 persen). Tiga perumahan lainnya, Banjar Wijaya, Kota Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan hanya berkontribusi 3 persen atau Rp66 miliar.

housing-estate.com