Dua Peluang Tax Amnesty Ini Bisa Tingkatkan Sektor Properti

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockMeski tahun ini sektor properti sedang menurun, namun akan bergairah pada akhir tahun 2016 atau awal 2017. Paling tidak demikianlah yang diutarakan Wasekjen DPD Real Estat ...

  • propertidata
  • 2016.10.05
  • 310

    view

  • Dua Peluang Tax Amnesty Ini Bisa Tingkatkan Sektor Properti

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

    Meski tahun ini sektor properti sedang menurun, namun akan bergairah pada akhir tahun 2016 atau awal 2017. Paling tidak demikianlah yang diutarakan Wasekjen DPD Real Estat Indonesia (REI), Budi Hermawan, dalam forum diskusi bertajuk "Peluang Tax Amnesty Babak Kedua" di Markplus, Jakarta, Selasa (4/10).

    Dari peluang tax amnesty, menurutnya, ada beberapa cara yang bisa meningkatkan sektor properti. Cara pertama, bisa mengacu kepada pemilik lahan atau tanah. Kedua, melalui pemilik modal bisa jadi alternatif.

    Pemilik dana repatriasi bisa menggunakannya untuk membeli lahan sebagai modal untuk peningkatan properti. Lalu, pendekatan melalui pemilik modal, para agen properti atau pemilik lahan bisa mendekati si pemilik modal agar kembali menginvestasikan dananya ke properti yang sudah ada. Bisa juga melakukan investasi kepada properti yang berbeda.

    Baca juga:  Peluang Emas di Balik Urbanisasi

    "Ke depan itu bentuknya kerja sama dengan jaringan pemilik tanah. Bisa dijadikan mix used, bisa dijadikan hotel. Tergantung besaran lokasinya. Bisa juga dengan pemilik uang, repatriasi dengan uang tunai. Bentuknya bisa macam-macam tuh, bisa bentuk investasi proyek yang sudah ada atau kerja sama lagi cari lahan baru," katanya.

    Dana repatriasi yang sudah masuk ke Indonesia pada periode pertama dilaporkan sebesar Rp97 triliun. Disinyalir 30 persen dana repatriasi akan masuk ke sektor properti.

    Tahap pertama tax amnesty sudah ditutup. Program pemerintah ini kembali bergulir awal Oktober hingga 31 Desember 2016. Dengan persentase tarif naik menjadi tiga persen, dari sebelumnya dua persen. Sedangkan harta di luar negeri yang tidak dialirkan ke Indonesia menjadi 6 persen, dari yang sebelumnya 4 persen. (Wit)

     rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci