Harga Rumah di Singapura Merosot ke Titik Terendah

Housing-Estate.com, Jakarta - Diskon gede yang ditawarkan pengembang dan tidak adanya sinyal dari pemerintah untuk mengendurkan kebijakan di pasar properti membuat harga rumah di Singapura terus melorot ...

  • propertidata
  • 2016.10.05
  • 371

    view

  • Harga Rumah di Singapura Merosot ke Titik Terendah

    Housing-Estate.com, Jakarta - Diskon gede yang ditawarkan pengembang dan tidak adanya sinyal dari pemerintah untuk mengendurkan kebijakan di pasar properti membuat harga rumah di Singapura terus melorot. Kejatuhan harga tahun ini yang terbesar dalam tujuh tahun terakhir. Dibandingkan kuartal sebelumnya, indeks harga residensial yang dikembangkan pengembang merosot 1,5 persen dalam tiga bulan terakhir. Menurut data Urban Redevelopment Authority (URA) yang dikeluarkan Senin (3/10), ini adalah kuartal kedua belas dan periode penurunan terpanjang sejak indeks itu dipublikasi tahun 1975.

    Bulan lalu gubernur bank sentral Singapura, Ravi Menon, menyatakan, negara kota tempat menyimpan harta orang-orang kaya Indonesia itu belum berencana untuk mengendurkan kebijakan pada pasar properti dalam waktu dekat. Padahal harga rumah sudah turun 11 persen dari puncaknya di September 2013 dan penjualan sudah berkurang separuh. Kebijakan yang dimaksudkan adalah menaikkan ambang batas cicilan kredit menjadi 60 persen dari pendapatan bulanan dan menetapkan pajak pembelian rumah yang tinggi. Kebijakan itu sendiri dimaksudkan untuk menekan laju kenaikan harga rumah, menyusul turunnya suku bunga dan tingginya pembelian oleh orang asing.

    Kondisi ini semakin menekan pengembang untuk memberikan diskon, aneka insentif, dan program cara bayar yang memudahkan konsumen. “Periode berdarah masih terus berlanjut,” kata Nicholas Mak, executive director SLP International Property Consultants. Seperti penawaran OUE Ltd., untuk program pembayaran atas proyek kondominium Twin Peaks yang ada di dekat Orchard Road. Program yang paling populer adalah pembayaran yang bisa ditunda, di awal konsumen hanya membayar sedikit, dan pembayaran berikutnya dua tahun kemudian.

    Di lain sisi, pasok begitu berlimpah. Menurut Augustine Tan, President of the Real Estate Developers’ Association of Singapore, perlu waktu tiga tahun untuk menghabiskan pasok rumah di pasar. Akibatnya, tingkat kekosongan mencapai angka tertinggi dalam sebelas tahun terakhir. Dibandingkan kuartal sebelumnya pada kuartal ketiga harga apartemen di daerah primer turun 1,8 persen, padahal pada kuartal sebelumnya sempat memberi tingkat keuntungan 0,3 persen. Untuk di daerah pinggiran, harga merosot 1,2 persen, sementara di daerah sekunder terjadi penurunan sebesar 1,3 persen. Walaupun demikian, harga rumah di Singapura tetap yang tertinggi di Asia. Di kawasan ini, harganya hanya terkalahkan oleh harga rumah di Hong Kong, demikian mengacu pada Wealth Report Knight Frank, 2016.

    Sumber: Bloomberg

    housing-estate.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci