Skema Baru Bantuan Pembiayaan Rumah akan Dilakukan di 9 Zona

BANDUNG - Pemerintah tengah menyiapkan skema terbaru program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan atau BP2BT. Rencananya penerapannya akan dilakukan terlebih dahulu di 9 zona. Kepala Seksi Kemitraan ...

  • propertidata
  • 2016.10.06
  • 111

    view

  • Skema Baru Bantuan Pembiayaan Rumah akan Dilakukan di 9 Zona

    BANDUNG - Pemerintah tengah menyiapkan skema terbaru program bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan atau BP2BT. Rencananya penerapannya akan dilakukan terlebih dahulu di 9 zona.

    Kepala Seksi Kemitraan Luar Negeri Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diah Parahita mengatakan, program tersebut juga akan didukung oleh Bank Dunia.

    BERITA REKOMENDASI

    Pemerintah Gandeng World Bank untuk Program Pembiayaan PerumahanPentingnya Sinergi untuk Percepatan Program Sejuta RumahBanggar Pertanyakan Anggaran Rumah Prajurit Militer

    "Total ada lima bank yang sudah siap partisipasi, di Jabar itu BJB, ada BRI, BTN, Bank Artha Graha dan Bank Jateng. Kami akan verifikasi lagi kemampuan banknya," ujarnya di Gedung Sate Bandung, Kamis (6/10/2016).

    Diah mengatakan, nantinya bantuan tersebut akan diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki pekerjaan informal, yang rencananya mulai direalisasikan pada awal 2017. (Baca juga: Pentingnya Sinergi untuk Percepatan Program Sejuta Rumah)

    "Kemenpupera akan menyiapkan hunian untuk pekerja informal lewat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bank yang bersedia dan siap menjadi mitra untuk program BP2BT ini adalah Bank BJB," kata Diah.

    Dia menjelaskan, program ini rencananya akan digelar di sembilan zona di Indonesia yakni zona satu (Jawa), zona dua (Sumatera), zona tiga (Kalimantan), zona empat (Sulawesi), zona lima (Maluku dan Maluku Utara).

    Kemudian zona enam (Bali) dan Nusa Tenggara, zona tujuh (Papua dan Papua Barat), zona delapan (Kepulauan Riau dan Bangka Belitung) dan Zona sembilan (Jabodetabek).

    Dia mengatakan, dengan adanya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan tabungan perumahan rakyat (Tapera) maka calon penerima yang dibidik program ini adalah pekerja informal.

    Berdasarkan data Bank Dunia, masih ada 40 persen pekerja informal di Indonesia yang sulit mengakses kepemilikan rumah via perbankan dan Program BP2BPT ini dikhususkan untuk diakses pekerja informal, karena FLPP lebih ke pekerja mandiri. (Baca juga: Pengembang Rumah Subsidi Diminta Tak Tambah Beban Konsumen)

    "Adapun teknisnya setiap pekerja yang mengikuti program ini akan dibantu pemenuhan 25 hingga 30 persen dari total kredit, sementara 70 persen sisanya dipenuhi bank," kata dia.

    Sehingga, kata dia, semakin kecil UMR maka yang akan ditopang bantuan bisa makin tinggi sampai 30 persen.

    Dia belum bisa memastikan berapa jatah unit tiap zona karena bergantung pada kesiapan perbankan dan kesanggupan bank memenuhi kredit akan menentukan berapa besar setiap zona mendapatkan hunian.

    Rencananya program ini akan memberikan sejumlah syarat pada pengaju kredit dimana minimal harus memiliki tabungan minimal selama enam bulan hingga 1,5 tahun sebesar lima persen dan setelah masuk ke bank, maka kemudian pihaknya akan melakukan validasi dan verifikasi.

    "Jadi ini kredit harus untuk rumah pertama, dan persyaratan dokumen lainnya. Misalnya sudah pernah menerima subsidi atau belum," ujar Diah.

    property.okezone.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci