Jasa Marga Sabet Penghargaan Tertinggi Annual Report Award 2015

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih juara pertama dalam penghargaan Annual Report Award (ARA) 2015 dalam kategori Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-keuangan yang terdaftar di Bursa ...

  • propertidata
  • 2016.10.06
  • 70

    view

  • Jasa Marga Sabet Penghargaan Tertinggi Annual Report Award 2015

    JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih juara pertama dalam penghargaan Annual Report Award (ARA) 2015 dalam kategori Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Pencapaian ini merupakan yang kedua kalinya didapat Jasa Marga setelah pada 2013 juga berhasil ditunjuk menjadi pemenang kategori tersebut.

    Kemenangan ini diklaim perseroan merupakan dampak dari upaya mengikuti kegiatan-kegiatan yang melakukan pengukuran terhadap kualitas Good Corporate Governance (GCG).

    Oleh sebab itu, Jasa Marga memiliki keinginan untuk terus ikut dalam ajang penghargaan tersebut sebagai bagian dari upaya mendapatkan feedback dan benchmarking dalam rangka peningkatan kualitas GCG perseroan.

    Ajang penghargaan ARA diselenggarakan oleh beberapa institusi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian BUMN yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), Direktorat Jenderal Pajak, Komite Nasional Kebijakan Governance, PT Bursa Efek Indonesia, dan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

    ARA 2015 yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun ini mengambil tema " Kualitas Keterbukaan Informasi untuk Mendukung Kinerja Perusahaan Secara Bekelanjutan dalam Memenangkan Persaingan Global" dan diikuti oleh 303 perusahaan.

    Adapun perusahaan yang mengikuti ARA 2015 sebanyak 298 perusahaan umum baik swasta dan BUMN serta 15 dana pensiun dengan pembagian 11 kategori.

    Sementara itu, para pemenang ARA haruslah memenuhi delapan kriteria yang memiliki bobot persentase berbeda satu sama lain.

    Kriteria tersebut di antaranya dua persen umum, lima persen ikhtisar data keuangan penting, tiga persen laporan dewan komisaris dan direksi, dan delapan persen profil perusahaan.

    Meenyusul 22 persen analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja perusahaan, 35 persen tata kelola perusahaan, 20 persen informasi keuangan, dan lima persen faktor lain.

    Kendati demikian, kriteria penilaian ARA tidaklah tetap setiap tahunnya dan ditinjau kembali untuk disesuaikan dengan perkembangan terkini praktik GCG.

    Hal itu dilakukan dengan harapan agar praktik corporate governance di Indonesia semakin meningkat dan sejalan dengan dinamika perkembangan standar GCG yang ada.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci