Susul Wika & Adi Karya, PT Timah Merambah Bisnis Properti

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Timah (Persero) Tbk yang bergerak dalam penambangan dan perdagangan timah semakin serius menekuni bisnis properti. PT Timah sudah membentuk perusahaan joint venture (JV) dengan dua perusahaan BUMN lainnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Wika/Persero) Tbk, untuk menggarap proyek properti. Dua perusahaan yang diajak berkongsi itu sudah berpengalaman di sektor properti, baik sebagai kontraktor maupun pengembang. Keduanya punya anak perusahaan yang khusus bergerak di industri properti, yaitu Wika Realty dan Adhi Persada Properti.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Tadinya porsi kepemilikan PT Timah 40 persen sementara Adhi dan Wika masing-masing 30 persen. Sekarang kepemilikan kami mayoritas sebesar 51 persen, sementara Adhi dan Wika 24,5 persen. Perusahaan joint venture ini akan dibentuk Mei 2015 dan proses penggarapan propertinya mulai Juni-Juli 2015,” ujar Sukrisno, Direktur Utama PT Timah, saat paparan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/4).

PT Timah memiliki lahan yang akan dikembangkan untuk property seluas 176 ha di Bekasi.  Tahap pertama akan dikembangkan perumahan (landed house) seluas 40 ha dengan investasi Rp150 miliar. PT Timah juga akan membangun rumah sakit di Pangkal Pinang bekerja sama dengan Pertamina Medika.

Perusahaan ini mulai melirik bisnis property karena bisnis utamanya, yaitu timah harganya terus merosot. “Strategi untuk mempertahankan eksistensi perusahaan salah satunya dengan memperkuat bisnis non timah. Kontribusi bisnis non timah akan digenjot dari sebelumnya 5 persen menjadi 25 persen,” terang Sukrisno.

Ia menjelaskan, kendati masuk ke sektor properti bukan berarti PT Timah tetap akan fokus pada bisnis. Properti hanya untuk menggenjot pendapatan perusahaan. “Kami menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp10 triliun dengan laba bersih Rp1 triliun, porsi dari timah akan berkurang menjadi 75 persen dari total pendapatan,” imbuhnya.

housing-estate.com