Plt Bupati Cantik dan Apartemen Dua Kamar Tidur

Big Banner

KARAWANG, KOMPAS.com — Wanita ini cantik dan berpostur tinggi tegap. Sosoknya mampu menyihir mereka yang menghadiri prosesi peletakan batu pertama apartemen Tamansari Mahogany, Sabtu (18/4/2015), untuk terus fokus kepadanya.

Gaya bicaranya berapi-api, penuh semangat, dan mungkin hanya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mampu mengimbanginya. Dialah Cellica Nurrachadiana. Cellica tidak hanya berparas menawan, tetapi juga cerdas dan cergas menjawab pertanyaan para jurnalis.

Bukan karena kapasitasnya sebagai Pelaksana Tugas Bupati Karawang lantas dia dikatakan cerdas. Hal itu memang terlihat dari cara dia menguasai persoalan, dan menyelesaikan persoalan itu melalui tata kelola kota yang benar. 

Untuk itulah, bersama jajarannya, Cellica berinisiatif menyusun peraturan daerah (perda) lahan pertanian berkelanjutan. Perda ini, kata Cellica, akan mengatur tata guna lahan, termasuk pemanfaatan lahan tidur untuk dijadikan areal pertanian, dan juga pembatasan perambahan lahan pertanian.

“Kalau perda itu tidak segera dibuat, konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan permukiman akan semakin masif. Pasalnya, investasi di sektor industri terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini menstimulasi kebutuhan hunian yang justru dikembangkan dengan merambah lahan pertanian produktif,” papar lulusan Fakultas Kedokteran Umum Universitas Maranatha, Bandung, ini dengan artikulasi jelas dan tegas.

Hingga Maret 2015, investasi penanam modal asing (PMA) yang masuk ke Kabupaten Karawang mencapai 3 miliar dollar AS, sementara penanam modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 3 triliun. Pertumbuhan investasi ini, lanjut Cellica, harus direspons dengan perangkat regulasi yang mendukung pengembangan Kabupaten Karawang menjadi ideal tanpa mengorbankan areal pertanian.

Adapun areal lahan pertanian saat ini tersisa 94.311 hektar atau hampir separuh dari total luas wilayah Kabupaten Karawang 175.327 hektar.

“Kami akan mengarahkan investor, khususnya yang bergerak di sektor properti, untuk membangun secara vertikal. Tidak boleh lagi membangun rumah tapak yang memakan banyak lahan. Pembangunan apartemen justru merupakan salah satu cara untuk mempertahankan areal pertanian. Lahan yang dibutuhkan sedikit, tetapi potensi investasi tinggi,” tutur Cellica.

Apartemen dua kamar

Ayo bangun apartemen. Jangan bangun rumah tapak di Kabupaten Karawang. Ini sesuatu yang baru yang harus didukung. Saya juga mau beli satu unit untuk investasi. Kalau untuk tinggal, saya masih mendiami rumah dinas. Setelah masa bakti selesai, saya juga akan boyongan ke apartemen,” imbuh Cellica.

Perempuan kelahiran Bandung, 18 Juli 1980, ini tertarik membeli apartemen dua kamar tidur Tamansari Mahogany yang ditawarkan WIKA Gedung. Dua kamar tidur, menurut Cellica, sangat ideal bagi keluarga muda seperti dirinya. 

“Satu kamar untuk saya dan suami, satu kamar lainnya untuk anak-anak. Apartemen ini, walau ukurannya kecil, punya potensi investasi tinggi,” tandas Cellica.

Rencananya, Cellica akan membeli dengan skema tunai keras. Adapun harga unit apartemen yang ditaksirnya sekitar Rp 700 juta.

“Kenapa tunai? Ini supaya pembangunannya cepat. Saya akan dukung pengembang lainnya untuk membangun apartemen di Kabupaten Karawang. Kami beri insentif kemudahan perizinan, asal tidak rambah sawah produktif,” janji Cellica.

properti.kompas.com